23 Februari 2014...!!!
Kesibukan gue di hari pertama bikin gue agak kurang menikmati bagaimana Sonlis berlangsung secara keseluruhan. Tapi, hari ini gue baru tersadarkan kalo Sonlis tahun ini bener-bener keren baget... Entah, tapi gue seneng aja ngelihat IC hari ini. Penuh warna, ceria-ceria gimana gitu.
Hari ini gue ditangkep Marwah sama Nida buat ngejualin Magnet -______-
Hari ini gue jalan-jalan di sekitar bazaar, ngebersihin sampah-sampah, kalo nemu makanan sisa yang udah ngga dimakan, gue makan. Alhasil, gue berhasil nyobain hampir semua makanan bazaar dalam beberapa jam saja, tanpa ngeluarin duit sepeser pun.
Wednesday, February 26, 2014
The First Day Of SL '14
Yak, ini tanggal 22 Februari, hari pertama Sonic Linguistic 2014 digelar.
Hujan dari jam dua dini hari belom berhenti sampai sekitar jam lima sore. Kadang gerimis, kadang deres, kadang badai. Wih, panitia kebasahan semua..
Hari ini ada seminar jurnalistik khusus peserta JOTS. Gue dapet ilmu yg sangat berharga dari si pembicaranya, tentang nilai berita.
Kali ini, gue ngurusin lomba Journalist On The Spot bareng Sipaw, Fathul, dan Suluh... Kesan pertama gue, mereka setia, mereka bisa diandalkan.. Uhuyy... Alhamdulillah...
Tapi ah, selama dua hari ini gue belom kenal peserta gue satu pun. Paling-paling cuma tau doang -___-
Hujan dari jam dua dini hari belom berhenti sampai sekitar jam lima sore. Kadang gerimis, kadang deres, kadang badai. Wih, panitia kebasahan semua..
Hari ini ada seminar jurnalistik khusus peserta JOTS. Gue dapet ilmu yg sangat berharga dari si pembicaranya, tentang nilai berita.
Kali ini, gue ngurusin lomba Journalist On The Spot bareng Sipaw, Fathul, dan Suluh... Kesan pertama gue, mereka setia, mereka bisa diandalkan.. Uhuyy... Alhamdulillah...
Tapi ah, selama dua hari ini gue belom kenal peserta gue satu pun. Paling-paling cuma tau doang -___-
Saturday, February 22, 2014
H-1, The Preparation Night of SL '14
Okey, kampus MAN IC Serpong bisa dibilang sangat ramai malam tadi. Semuanya berada di luar asrama untuk mempersiapkan yang terbaik buat SONIC LINGUISTIC 2014. Dan seperti tahun kemaren, gue akan mem-posting liputan khusus tapi nggak jelas mengenai sonlis setiap harinya.
Para penampil berlatih dengan gigih di GSG
Para lelaki berotot mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhin
Para seniman mendekor Insan Cendekia semanis mungkin
Para administrator (?) sibuk dengan urusan administrasi mereka
Dan masih banyak lagi..
Gue? Biasa, nyampah doang... Tapi gue baru balik ke asrama jam 2 malem. Wow.
Gue? Tahun ini jadi koor. lomba Journalist On The Spot...
Para penampil berlatih dengan gigih di GSG
Para lelaki berotot mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhin
Para seniman mendekor Insan Cendekia semanis mungkin
Para administrator (?) sibuk dengan urusan administrasi mereka
Dan masih banyak lagi..
Gue? Biasa, nyampah doang... Tapi gue baru balik ke asrama jam 2 malem. Wow.
Gue? Tahun ini jadi koor. lomba Journalist On The Spot...
Tuesday, February 18, 2014
Pra D-Day Sonic Linguistic 2014
Alhamdulillah, Sabtu kemaren TM 2 Sonlis '14 udah berjalan dengan lancar...
Yak, Sonic Linguistic 2014 udah dimulai sekarang! Gilang (ketua Sonlis) menetapkan bahwa Sonlis udah dimulai sejak Technical Meeting, bukan pas Opening Ceremony. Itu berarti, Sonlis udah dimulai seminggu yang lalu. Gue sangat setuju dengan presepsi ini. Bagi panitia, Sonlis dimulai bukan cuma pas OC. Bahkan sejak awal pembentukan kepanitiaan, Sonlis harusnya udah dianggep mulai.
Apa itu SONIC LINGUISTIC 2014? Adalah Sonic Linguistic ke-7, ajang perlombaan bidang minat-bakat yg diadakan oleh OS-Cendekia. Sonlis tahun ini mengusung tema "Ancient Valor". Insyaallah akan diadakan selama empat hari, pada tanggal 22 dan 23 Februari, serta 1 dan 2 Maret 2014.
Sonlis tahun ini ada 22 cabang lomba dalam 4 bidang, yakni :
1. Bidang IPTEK:
Science Competition (SMP/sederajat), Quick and Smart (SMP/sederajat), LKIR (12-17 tahun), Technology Wallmagz (SMP dan SMA/sederajat), dan Economy Competition (SMA/sederajat).
2. Bidang Bahasa:
English Debate (SMA/sederajat), Speech Competition (SMP dan SMA/sederajat), News Casting (SMP dan SMA/sederajat), Story Telling (SMP dan SMA/sederajat), Spelling Bee (SMP/sederajat), dan Khitobah (SMP dan SMA/sederajat).
3. Bidang Jurnalistik:
Journalist on the Spot (SMP dan SMA/sederajat), Photo Marathon (SMP dan SMA/sederajat), Essay Writing Competition (12-17 tahun), Short Movie (SMP dan SMA/sederajat), dan Graphic Design Competition (SMP dan SMA/sederajat).
4. Bidang Seni Budaya & Olahraga:
Saman Dance Competition (SMP dan SMA/sederajat), LKBB (SMP dan SMA/sederajat), Band Competition (SMP dan SMA/sederajat), Basketball Competition (SMA/sederajat), Mini Soccer (SMA/sederajat), dan Graffiti Competition (max. 25 tahun).
Mungkin terlalu telat kalo mau posting ginian buat promosi. Tapi sekalian aja gue kasih tau kalo butuh info lengkap dan registrasi online via http://www.soniclinguistic.com/ Contact person: 087780909070 atau 087882526007
BBM pin: 26E5708A atau 2950C31A
Semoga Sonlis tahun ini berjalan lancar dan bisa menjadi yang terbaik. Aamiin...
Yak, Sonic Linguistic 2014 udah dimulai sekarang! Gilang (ketua Sonlis) menetapkan bahwa Sonlis udah dimulai sejak Technical Meeting, bukan pas Opening Ceremony. Itu berarti, Sonlis udah dimulai seminggu yang lalu. Gue sangat setuju dengan presepsi ini. Bagi panitia, Sonlis dimulai bukan cuma pas OC. Bahkan sejak awal pembentukan kepanitiaan, Sonlis harusnya udah dianggep mulai.
Apa itu SONIC LINGUISTIC 2014? Adalah Sonic Linguistic ke-7, ajang perlombaan bidang minat-bakat yg diadakan oleh OS-Cendekia. Sonlis tahun ini mengusung tema "Ancient Valor". Insyaallah akan diadakan selama empat hari, pada tanggal 22 dan 23 Februari, serta 1 dan 2 Maret 2014.
Sonlis tahun ini ada 22 cabang lomba dalam 4 bidang, yakni :
1. Bidang IPTEK:
Science Competition (SMP/sederajat), Quick and Smart (SMP/sederajat), LKIR (12-17 tahun), Technology Wallmagz (SMP dan SMA/sederajat), dan Economy Competition (SMA/sederajat).
2. Bidang Bahasa:
English Debate (SMA/sederajat), Speech Competition (SMP dan SMA/sederajat), News Casting (SMP dan SMA/sederajat), Story Telling (SMP dan SMA/sederajat), Spelling Bee (SMP/sederajat), dan Khitobah (SMP dan SMA/sederajat).
3. Bidang Jurnalistik:
Journalist on the Spot (SMP dan SMA/sederajat), Photo Marathon (SMP dan SMA/sederajat), Essay Writing Competition (12-17 tahun), Short Movie (SMP dan SMA/sederajat), dan Graphic Design Competition (SMP dan SMA/sederajat).
4. Bidang Seni Budaya & Olahraga:
Saman Dance Competition (SMP dan SMA/sederajat), LKBB (SMP dan SMA/sederajat), Band Competition (SMP dan SMA/sederajat), Basketball Competition (SMA/sederajat), Mini Soccer (SMA/sederajat), dan Graffiti Competition (max. 25 tahun).
Mungkin terlalu telat kalo mau posting ginian buat promosi. Tapi sekalian aja gue kasih tau kalo butuh info lengkap dan registrasi online via http://www.soniclinguistic.com/ Contact person: 087780909070 atau 087882526007
BBM pin: 26E5708A atau 2950C31A
Semoga Sonlis tahun ini berjalan lancar dan bisa menjadi yang terbaik. Aamiin...
Friday, January 3, 2014
Astonic Beraksi di Glyph
Astonic Dralen Relaston kembali unjuk kebolehan di “Glyph”,
sebuah acara perlombaan antar dua angkatan (kelas X dan XI) yang bertemakan
sejarah. Acara ini diketuai oleh mantan temen kamar gue, Reyhan Daffa
At-Thariq. Cabang yang dilombakan adalah mural, drama, parade, dan freestyle.
Lawan angkatan gue kali ini tak bisa dianggap remeh, yakni
angkatan 19 Eisthera Gritanefic. Mereka punya pasukan akrobatik (._.). Namun,
Astonic tetap tidak takut. Kita pun boleh dibilang berhasil mempersembahkan
yang terbaik, hingga akhirnya unggul dengan skor 3-1. Yang berhasil kita sabet
medali emasnya ialah mural, freestyle, dan parade.
Kita mulai dari drama. Drama ini mengisahkan tentang sejarah
perjalanan angkatan Astonic sejak awal masuk IC hingga sekarang. Angkatan
mempercayakan konsep drama kali ini kepada manusia-manusia yang datang dari
negeri dongeng, seperti Gilang, Giffari, Debby, Amany, dan beberapa lainnya. Gue
ikut-ikutan nyempil aja di drama ini.
Gue sedang beraksi di drama (yang berdiri sambil nunjuk-nunjuk itu loh)
Sedangkan konsep untuk mural dipegang oleh maestro-maestro
yang sudah tidak diragukan lagi kecakapannya dibidang coret-mencoret. Ada
Vicky, Kukun, Nida, dan beberapa lainnya. Dan seperti biasanya, ”the power of kepepet” pun digunakan kali
ini. Dikasih waktu tiga hari buat ngerjain, tapi baru mulai di hari terakhir.
Namun, hasilnya bisa dibilang sangat memuaskan karena dikerjakan bersama-sama. Gue
juga bantu dikit-dikit lah. Hehehe.
Lagi pada ngerjain (ngejar dedlain *maksa*)
"Hidup Berawal dari Mimpi"
Gue dan sang ketua angkatan, Naufal alias Opal
ABCD alias “Astonic Best Chosen Dancer” kembali beraksi di
malam puncak Glyph. Grup yang digawangi oleh Rahadian Irsyad ini berjoget
dengan kerennya sampai-sampai menerima tepuk tangan yang tak habis-habisnya
dari penonton. Konsep dance ini menggunakan: Ian, Alwan, Neto, Mar’ie, dan
Hafiz sebagai tim inti; Yassin, Levi, Farras, dan Amru sebagai mumi; dan Gilang
sebagai Fir’aun. Penutupannya pun bisa dibilang antimainstream, dengan flashmop
seangkatan.
ABCD di tengah-tengah aksinya
Dan sampailah pada yang terbesar, parade, dengan tekad kuat
untuk mengulang kejayaan di masa lalu. Tak peduli dengan gerimis, Astonic tetap
mempersembahkan yang terbaik di sini. Segala hal yang diperlukan pun disiapkan,
mulai dari tim perkusi, barisan paskibra, tari kecak, barongsai dan ular naga,
tari lilin, tongkat api, obor, dll. Parade ini ditutup dengan semburan api dan
yel-yel angkatan. Konsep parade ini disusun oleh gue, Ocit, Ica, dan Choir.
Di parade ini, sama dengan tahun lalu, gue kembali nyembur api
di atas piramida manusia. Gue juga jadi orang gila yang joget-joget nggak jelas di tengah-tengah tari kecak.
Pas lagi latihan parade
Menjelang klimaks, siap-siap nyembur api
Predator Itu...
Hai pembaca setia gue yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.. Sekarang gue mau cerita tentang PREDATOR, sebuah acara makan besar yang diadakan oleh anak ikhwan Astonic. Acara ini diadakan setiap setelah ujian akhir atau tengah semester. Sampai sekarang, Predator sendiri sudah lima kali diadakan.
Predator selalu diadakan di malam hari, umumnya di atas jam 10. Biasanya, menu predator adalah mi instan yang dimasak dengan metode barbar. Puluhan bungkus mi instan dimasak di ember, lalu di-tumplek-kan di atas papan tulis yang dilapisi plastik-plastk laundry (sudah disterilkan, tentu). Setelah berdoa, kita seangkatan menyambar papan tulis penuh mie itu. Masaknya pun membutuhkan cukup banyak orang. Namun, tidak semua predator sedemikian rupa. Penasaran untuk menilik sejarah Predator? Check it out!
Predator pertama kali diadakan di sebuah kamar yang terletak di salah satu pojok terjauh gedung I, yakni 308 I. Penghuni kamar saat itu adalah gue, Novri, Reyhan, dan Qori. Ditambah Eky yang sangat membantu dalam proses masak-memasak, maka terbentuklah Boardmembers of Predator dari lima orang tersebut, alias pengurus inti dari acara nggak jelas ini.
Predator sebenarnya terbentuk secara nggak sengaja. Berawal dari keisengan untuk makan mi bareng-bareng, dan ternyata pesertanya membludak ratusan persen. Predator pertama ini belom bisa disebut acara angkatan, karena baru beberapa puluh orang saja yang ikut. Selain itu, cara memasaknya masih belom tersistem dan mi-nya masih campur-campur (karena pakai seadanya, tergantung sumbangan orang yang dateng).
Predator yang kedua kembali diadakan di kamar 308 I, masih dengan anggota kamar yang sama. Predator yang sekarang bisa dibilang lebih tersistem dengan ditemukannya metode memasak emberisme (metode memasak ini digunakan sampai predator yang keempat). Mi yang dimasak pun lebih banyak. Namun, peserta kali ini tidak sebanyak yang diharapkan. Mungkin karena diadakannya terlalu malam, sehingga banyak manusia sudah tertidur.
Predator III bisa dibilang menjadi titik balik dari acara ini. Jauh-jauh hari sebelumnya, poster acara tertempel di pintu living untuk menarik perhatian massa. Pesertanya bertambah makin banyak, yakni seangkatan (cuma dikit anak yang nggak ikut). Mi yang dimasak pun bertambah, jauh lebih banyak. Saking banyaknya, sampai harus menggunakan papan tulis sebagai alasnya. Dapurnya kali ini terletak di kamar 303 I, sedangkan eksekusinya di living room lantai 3.
Sampailah pada Predator ke-IV, predator terbesar dengan jumlah mi paling banyak, 60 bungkus! Padahal jumlah anak angkatan cowok cuma 56. Predator IV ini sistemnya nggak jauh beda sama yang ke-III.
Diurus oleh kepengurusan angkatan yang baru, Predator kelima ini bisa dibilang “banting setir” karena berganti menu, yakni nasi goreng. Dipesankan beberapa belas bungkus nasi goreng, lalu kita seangkatan makan bareng di living room. Per bungkus dibagi untuk lima sampai enam orang.
Apa salahnya diadakan acara seperti Predator ini? Selain kenyang, kita juga sekalian konsolidasi angkatan. Hei, Astonic?!
Saturday, December 28, 2013
Goes To Jatim Park
Wah, udah lama banget ya gue nggak nulis di sini lagi. Maklum
lah, sekolah minim fasilitas dan padat kegiatan itu (MAN IC S,red) membuat gue cuma
bisa sekali-kali posting, atau bahkan nunggu liburan buat ngisi blog. Liburan? Ya,
sekarang lagi libur akhir semester satu.
Kali ini gue mau cerita tentang salah satu agenda liburan
gue bareng anak-anak Astonic yang berasal dari JATMICO (Jawa Timur Community). Gue
iseng ngasih nama acara ini Jatmico Astonic waNna Come To jatimparK yang
disingkat JANCTK. Tapi tentu nama ini mengundang banyak kontroversi dan pada
akhirnya nggak kepake juga. Sebut saja acara kali ini JATMICO Goes To Jatim Park (Nah, ini lebih baik).
Kalo gue boleh merasa, ada dua manusia pencetus diadakannya
acara ini, yakni gue dan Topik. Acara jalan-jalan ini udah diusulin sejak pertengahan
semester satu ini. Sejak itu, gue pun rajin berkoar-koar ke setiap anak Jatmico
kelas XI yang gue temui.
Rencana ini kelihatan makin terealisasi dengan diadakannya
kumpul Jatmico dari Astonic buat ngebahas ini. Kita ngumpul sambil makan siang
bareng. Lagi-lagi gue iseng ngasih nama ngumpul kali ini dengan RABIES alias
Rapat Biesar (maksa). Oke, kita sepakat buat jalan-jalan ke Malang, tepatnya
Jatim Park 1, pada tanggal 26 Desember 2013.
Semuanya udah direncanain, dan akhirnya tibalah waktu
liburan. Awalnya sih banyak banget yang mau ikut, bahkan hampir semuanya. Tapi dalam
beberapa hari liburan ini (sebelum tanggal 26) banyak yang tiba-tiba mengonfirmasi
kalo dia nggak bisa ikut. Gue dan Topik agak takut kalo acara ini bakal batal. Tapi
gue masih punya harapan, karena beberapa anak emang semangat banget sama acara
ini. Ya, gue masih punya harapan.
Tanggal 25 siang, Topik dateng ke Kediri. Emang udah direncanain
Topik mau nginep di tempat gue semalem sebelum ke Malang. Dia pun gue ajak
jalan-jalan ke beberapa tempat di Kediri bareng temen MTs gue, Tarim. Besok paginya,
anak-anak dari Kediri ditambah Topik ngumpul di halte buat nyegat bis ke
Malang. Peserta dari sini ada gue, Bintang, Ica, Topik, Mirza, dan adeknya
Mirza.
Kita sampe di Malang sekitar jam delapan (kalo nggak salah).
Satu per satu anak berdatangan dan akhirnya terkumpul 14 manusia yang mau
jalan-jalan bareng. Mereka adalah gue, Topik, Azzam, Mirza, Jijeh, Ica,
Bintang, Zaenab, Alma, Dila, Atik, dan Senda, ditambah adeknya Mirza dan
adeknya Atik juga ikutan.
Nah, segitu aja prolognya. Selanjutnya gue jelasin pake
foto-foto aja yaa...
Pamer tiket masuk Jatim Park yang berbentuk gelang
Sebelum masuk rute pertama, di depan gong keberuntungan
Rute-rute awal di Jatim Park dipenuhi hal-hal yang berbau teknologi, ilmu pengetahuan, adat dan budaya, sejarah, dll.
Karapan Sapi...
Katrol, pelajarannya anak kelas lima SD
Di atas replika sebuah candi
Di depan ruangan yang penuh diorama sejarah Indonesia
Dan ini dia yang ditunggu-tunggu.. Wahana permainan..!!!
"Flying tornado" menjadi wahana yang menurut gue paling "nggak nyantai"
Gue nggak ikut naik ini, "Colombus". Muka mereka kelihatan masih seger karena ini masih awal-awal
Bendera Astonic ikutan naik "Spinning Coaster"
Habis basah-basahan di "Rumah Pipa"
Basah-basah yang tadi langsung dikeringin pake "Air Swinger"
Entah mengapa gue sangat terkesan sama wahana "Air Swinger" ini. Bukan karena menjadi wahana terakhir yang gue naikin, tapi karena suasana di atas yang amat sangat romantis. Gimana enggak? Kita diputer-puterin di udara dengan santainya dan kita ngga bisa denger suara lain selain suara orang yang duduk di sebelah kita. Sayang, sebelah gue waktu itu bukan seorang cewek, melainkan Azzam -_____-
Ada banyak wahana lain yang nggak kefoto karena fotographer-nya juga ikut maen. hahaha.
Dan sekarang waktunya makaaaann....
Gaya anak-anak pas makan di food court
Dan akhirnya jam menunjukkan pukul setengah lima sore. Orang-orang di dalam mulai diimbau untuk meninggalkan Jatim Park karena sebentar lagi mau tutup.
Suasana habis keluar Jatim Park
Masih ada foto-foto lain lagi nih...
Tetep narsis pas lagi ngantri
Gue, Azzam, dan topi kebo (sapi, deh) baruya
Gue dan topi barunya Azzam yang imut bukan main
Meratapi kehidupan?
Anak Neo-Maxis yang tergabung dalam perjalanan ini
Kedua "project officer"
Souvenir bertuliskan "Astonic Jatmico"
Habis keluar Jatim Park, gue nggak langsung pulang. Ada enam anak pendatang yang bakal nginep semalem di Malang. Mereka adalah gue, Topik, Azzam, Zaenab, Ica, dan Jijeh. Zaenab nginep di rumah Alma, Ica dan Jijeh nginep di rumah Atik, sedangkan gue, Azzam, dan Topik nginep di masjid deket rumah Atik.
Enam manusia pendatang yang akan bermalam di kota apel ini
Terima kasih gue ucapkan kepada ketiga bidadari-bidadari Astonic dari Malang ini, yang telah bersedia menjadi tuan rumah dan mengorbankan segalanya demi kelancaran acara jalan-jalan ini.
Atik, Dila, dan Alma
Ya, inilah cerita tentang jalan-jalan liburan kali ini. Kalo jalan-jalannya sih mungkin udah biasa buat beberapa anak, dan pasti ada tempat yang jauh lebih seru buat dikunjungi daripada Jatim Park. Tapi, kebersamaannya itu lho, yang bikin jalan-jalan kali ini bener-bener spesial. Sangat mengesankan bagi gue, bisa jalan-jalan bareng temen-temen Astonic se-Jawa Timur. Pokoknya rugi banget deh buat yang nggak bisa ikutan. Mwehehehe...
Subscribe to:
Posts (Atom)



























