Showing posts with label Pegadaian. Show all posts
Showing posts with label Pegadaian. Show all posts

Sunday, August 9, 2026

Tidak Apa Nyalanya Redup, Tapi Kuusahakan Agar Api Kecil Itu Tetap Menyala

Jujur.

Jujur banget nih ya.

Rasanya masih kayak mimpi wkwkwk.

Allah itu Maha Baik, ya. Bagaimana takdirNya bekerja itu lho, benar-benar indah, ajaib dan di luar nalar. Apa pun yang kita inginkan, mau dikejar mati-matian pun, pasti tak akan bisa kita raih jika itu bukan ditakdirkan untuk kita. Sebaliknya, sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk kita justru tidak akan pernah terlewat. Kita tinggal percaya saja bahwa segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita adalah takdir terbaik dariNya.

Izinkan aku flashback sedikit. Setelah direnungi, ternyata kuliah di Jogja membawaku pada sebuah interest baru: hal-hal yang berhubungan dengan kontribusi kepada sosial masyarakat dan lingkungan. Aku tidak bilang bahwa aku adalah “Si Paling Pengabdian” atau “Si Paling Sosmas” ya, karena pada faktanya aku memang tidak pernah benar-benar fokus bergerak di bidang itu. Aku hanyalah seseorang yang pernah beberapa kali menjadi peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat, dan ternyata aku menikmatinya.

Boleh jadi, percikan minat tersebut pertama kali muncul saat aku mengikuti Andalusia, sebuah rangkaian kegiatan Idul Adha yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslim Fisipol (JMF) di desa pelosok di sekitaran DIY. Tahun pertama kuliah aku jadi petugas cuci piring, lalu tahun kedua langsung jadi ketua panitia. Dari Andalusia, aku menemukan bahwa kebaikan akan membawa kebahagiaan bagi semua pihak. Skalanya boleh jadi kecil, tapi sungguh berkesan dan menyenangkan!

Kesempatan lain datang saat aku mendapat amanah sebagai Kormanit KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada tahun 2018, di sebuah desa yang jauhnya 6 jam perjalanan darat dari Kota Gorontalo. Kebetulan, tim KKN kami mendapat kesempatan partnership dengan perusahaan Astra. Kami dapat support finansial sebagai timbal balik integrasi program-program kami dengan program CSR mereka. Dari situ, aku mendapat paparan tentang praktik strategi dan program CSR dari sebuah perusahaan.

Kebetulannya lagi, aku baru saja mengambil mata kuliah “CSR & Community Relations” sebelum berangkat KKN. Matkul ini memberiku overview tentang CSR dan bagaimana memetakan stakeholders dari suatu perusahaan. Turns out, matkul itu menjadi mata kuliah yang paling berkesan dan aku paling enjoy menjalaninya. Membuatku jadi mempertanyakan ulang, kenapa dulu aku ga ambil jurusan PSdK aja ya? Wkwkwk.

Oke lanjut.

Setelah KKN, di sela-sela skripsian, aku bergabung dengan sebuah startup yang bergerak di bidang lingkungan dan energi terbarukan. Namanya Ailesh. Saat itu, mereka masih tahap berkembang, timnya masih sedikit, finansial company masih bergantung sama lomba-lomba inovasi teknologi/bisnis, dan tentu saja belum menggaji para karyawannya. Tapi, aku dapat banyak hal yang jauh lebih bernilai ketimbang rupiah itu sendiri.

Bergabung dengan Ailesh membuka pandanganku perihal masalah lingkungan di Indonesia, mengetahui sedikit tentang waste management, dan bagaimana limbah itu bisa membawa nilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Aku juga berkenalan dengan social enterpreneurship dan dunia ekosistem startup. Jujur, aku merasa menjadi bagian dari Ailesh adalah salah satu titik balik penting dalam hidupku, di mana aku menemukan apa yang ingin aku perjuangkan dalam hidup.

Dari semua pengalaman tadi, aku pun lulus kuliah sambil membawa sebuah idealisme: Aku ingin bekerja di bidang CSR pada suatu perusahaan, bersentuhan langsung dengan masyarakat dan lingkungan, lalu pada suatu titik ingin membangun sebuah social enterprise-ku sendiri. Wuidih, terdengar sangat menggebu-gebu ya?

“Tunggu dulu,” kata realita, menyela.

Alhamdulillah, Allah takdirkan aku dapat pekerjaan yang baik di Pegadaian. Sayangnya, aku ditempatkan di bidang pekerjaan yang tidak sejalan dengan cita-citaku dulu. Ya, namanya jadi karyawan ya, cuma bisa mengikuti maunya perusahaan. Tidak apa, tetap akan aku jalani semampuku.

Meski begitu, aku masih tetap berusaha merawat mimpiku agar tetap hidup di dalam hati. Tidak apa nyalanya redup, tapi kuusahakan agar api kecil itu tetap menyala. Walaupun kerja di kantor Cabang yang tidak berhubungan langsung dengan divisi CSR, aku selalu menunggu-nunggu rilisnya Sustainability Report perusahaan untuk dibaca sekilas. Sekilas doang kok, ngga detail banget. Itu adalah salah satu upayaku untuk menjaga agar apinya tidak padam.

Hingga akhirnya, sekitar setahun yang lalu, tepat setelah hampir 5 tahun aku bekerja, ada pengumuman dibukanya pendaftaran Beasiswa Internal PT Pegadaian Batch 4. Berbeda dari batch-batch sebelumnya yang lebih fokus ke jurusan MBA, tahun ini mereka menawarkan beberapa opsi jurusan seperti finance, law, IT, data analyst, dan lainnya termasuk ESG (environmental, social, governance).

Membaca ESG, mataku langsung berbinar dan jantungku langsung berdebar (halah, lebay). Kelihatannya menarik, meski aku benar-benar have no idea tentang apa itu ESG pada saat itu. Aku jadi teringat kembali akan mimpi untuk mengejar hal yang aku suka. Ya, apinya masih menyala. “Ini kesempatan,” batinku. Setelah melakukan sedikit riset, memohon pertolongan Allah, dan minta ridho istri, aku pun mengumpulkan berkas pendaftaran ke panitia scholarship.

Oiya. Bicara tentang melanjutkan studi, sebenarnya aku memang sudah punya bayangan untuk mengambil kuliah S2 dengan tujuan menunjang karir. Setelah lulus S1, harapannya aku bisa kerja dulu di sebuah perusahaan, lalu ingin kuliah lagi beberapa tahun setelahnya. Rencananya awalnya sih kuliah S2 yang bisa di sela-sela kerja ya, entah itu kuliah part-time di malam hari, pas weekend, atau full online. Kalau bisa sih inginnya di universitas negeri ya, tapi kalau bisanya di kampus swasta juga tidak apa-apa. Let’s be real, aku tidak mungkin mengambil S2 full time dengan mengorbankan pekerjaanku.

Namun, di sisi lain, aku juga selalu kagum melihat teman-teman IC yang melanjutkan studi ke luar negeri. Kayaknya keren gitu, melihat temen seangkatan maupun kakak-adek kelas yang pada kuliah di Inggris, di Jepang, di Australia, di Amerika. Ada yang kuliah di kampus top dunia, ada yang dapat beasiswa bergengsi. Sempat sedikit terbersit dalam hati, “Keren kali ya, kalau aku bisa seperti itu juga.” Terbersit doang, nggak sampai benar-benar mengusahakannya, apalagi menuliskannya di list plan hidup. Aku juga sadar diri dengan kemampuanku pada saat itu.

Ternyata, Allah benar-benar Maha Baik.

Dalam waktu hampir bersamaan, Allah kasih hampir semua kemauan-kemauan hambaNya yang banyak mau ini. Beasiswa lolos, dapat LoA dari kampus top dunia, jurusannya sesuai dengan yang diimpikan pula. Alhamdulillah, para pembaca sekalian, sekarang saya sedang menempuh kuliah Master of Environment di University of Melbourne, dengan sponsor beasiswa internal dari PT Pegadaian.

Somehow, rasanya masih kayak mimpi. Sudah hampir sebulan menjalani ini, tapi sebagian diriku masih belum percaya kalau ini benar-benar terjadi. Berada di negeri ini, lumayan jauh dari bumi pertiwi, untuk belajar lagi sambil mengejar jati diri.

Tulisan ini dibuat sebagai pengingat di masa mendatang, juga sebagai bukti bahwa aku pernah bermimpi. Ingat, Ramdayanu, ini adalah amanah. Allah sudah sediakan jembatannya, tinggal bagaimana aku bisa menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Ya Allah, hamba mohon agar Engkau mampukan.

Saturday, December 5, 2020

Sekilas Kabar

Hai, masyarakat! Ternyata udah lama banget ya, aku ga update blog lagi. Posting terakhir pun intro-nya juga sama: “Udah lama ga update blog lagi.” Kadang agak sedih sih, kenapa jadi jarang update hiks. Padahal ada banyak banget pengalaman baru yang bisa diceritain. Waktu buat nulis juga sebenarnya selalu ada kalau mau menyempatkan. Yah, tapi tetap kembali ke niat sih. Emang lebih sering males aja hahaha.

Anyway, di posting ini aku mau sekalian ngabarin kalau aku udah penempatan guys! Alhamdulillah, setelah melalui rangkaian diklat yang cukup menguras jiwa raga selama + 7 bulan, sekarang aku sudah mulai kerja beneran dan dianggap sebagai karyawan tetap. Qadarullah, dikasih kesempatan buat belajar dan berkarya lebih banyak di Pegadaian Kantor Area Pamekasan. Lingkup kerjanya meliputi seluruh cabang dan unit pelayanan se-Madura. Kebetulan, seluruh outlet Pegadaian di Madura adalah outlet syariah. Hari ini, tepat sudah aku tuntaskan 5 minggu pertama kerja di sini.

Belum banyak hal menarik sih kalau soal pekerjaan, aku sendiri masih banyak beradaptasi dengan ritme kerja di sini. Lebih banyak di kantor, duduk di depan laptop, berkutat dengan data-data, excel, dan datastudio. Yang bikin bersyukur banget adalah, orang-orang di sini baik semua! Di saat beberapa kawanku di area lain mengeluh karena mendapatkan buddy (semacam tutor sebaya dari MDP/SDP angkatan sebelumnya) yang kurang cocok, aku di sini malah kayak merasa dapat 4 buddy sekaligus. Semuanya baik dan nggak segan ngajarin soal kerjaan, bersyukur buanget wes pokoke!

Oke, demikian sekilas kabarku gengs. Belum, belum pengen cerita apa-apa kok. Hehehe. Semoga nanti kalau ada cerita menarik lagi, aku ngga males buat update di sini yaa~