Showing posts with label Jatmico. Show all posts
Showing posts with label Jatmico. Show all posts

Sunday, June 29, 2014

Best Moments


"Ini hanya yang terekam, yang gue punya fotonya, yang gue inget, dan lalala sebagainya. Mungkin masih sangat banyak lagi yang lain..."

RAXIVENN, family forever

Stukol kelas X

Our last day in GAKIC

NANO NANO, also my family, my best team ever


Foto lengkap pertama, Milad ke-17 IC



Stukol kelas XI

"Thanks for the nice partnership..."

Passion and Skill Coordinators

Gilang's Birthday

 Bwahahaha...

 EL-ROMANTICO
 "El-Romantico gundulmu, Gil?! Ahaha..."

S.O.S...


...and also GOSSEN


JATMICO, the most "PINTER" community

HASIK (Hari Musik)

JATMICO Goes To Jatimpark



JATMICO Goes To Sarangan




Yah, kalian bisa liat sendiri kalo ada beberapa penyusup dari Megakom dan Sejaty ._.

I don't know how it can be, 1x00011


Stukol pas kelas X.. 
Dulu katanya "Ini bakal jadi ngumpul 'n foto-foto pertama dan terakhir." Mana buktinya? Bahkan sampe sekarang kita malah sering ngumpul makan-makan :3

Stukol pas kelas XI

Showtime... Yea, it's SHOWTIME

 FANTASIA
 Practicing

GLYPH

Ready to throw the flame! 

Experiences with Boardmembers Of HARMONIKA


SONIC LINGUISTIC 2014, especially with my best fairies, JOTS section

Planning pas rapat pleno...

 ...Technical Meeting...

...And finally, D-Day!


I-CARE 2014


Bantu-bantu seksi distribusi

Malam sebelum BeasisWAW beraksi

Rafting team when STUKOL



ASEAN Summit simulation

Delegates of Malaysia

 
Para ketua delegasi

Cah Kediri jadi ketua delegasi

And everything that I trough together with ASTONIC DRALEN RELASTON

Kunjungan ke istana negara

Manasik Haji

 
Habis ngerjain Pak Zain saat beliau berulang tahun
Ada yang masih inget? Makan besar dengan menu ayam bakar. Waktu itu banyak yang nggak ikut ya ._.

BINGO! Whoooo....

 STUKOL kelas X

 LDK bro..
 Pas opening ceremony PROTISTA

Simulasi ASEAN Summit


Monday, April 14, 2014

Azzam

Oke, cerita kali ini untuk memenuhi permintaan salah satu sahabat baik gue yang bernama Azzam. Dia minta gue nulis tentang dirinya dan di-upload di blog. Nampaknya dia belom tau kalo permintaannya adalah salah satu kesalahan terbesar dalam hidupnya. BAIKLAH AZZAM, GUE AKAN BONGKAR SEMUA AIB LO... BWAHAHAHAHAHA...

Enggak lah, gue nggak sekejam itu.

Terjadi sebuah tragedi kemiripan nama antara Azzam dan gue. Nama lengkapnya Muhammad Azzam Muzakki, sedangkan nama gue Muhammad Ramdayanu Muzakki. Berhubung cuma kita berdua yang punya nama Muzakki di Astonic, disebutlah kami berdua “Duo Muzakki”. Dia adalah anak yang berasal dari Lamongan. Bersama Topik, kami bertiga menyebut diri sebagai “ketua de facto” Jatmico. Sedangkan “ketua de jure”-nya adalah Hilmy. Aneh? Ya beginilah adanya.

Belum lama ini gue menganggap Azzam sebagai sahabat baik gue. Mungkin baru di awal-awal kelas XI. Bahkan, ketika masih kelas X, gue lumayan sebel sama anak yang satu ini. Di suka menyombongkan diri gitu, dan yah, gue nggak suka aja. Yah, emang begitulah dia. Sampe sekarang juga masih sering kelihatan sombongnya. Dia selalu ngerasa kalo mukanya ganteng (-_-). Larinya yang kencang dengan postur tubuh yang sedemikian rupa, membuatnya sering disebut sebagai badak liar. Selain itu, dia juga terkenal dengan kejayusannya yang nggak ketulungan. Di mana setiap dia ngelawak nggak pernah lucu jadinya.

Azzam menjadi seorang anak acara yang sudah nggak diragukan lagi kehebatannya. Kalo gak salah, dia nggak pernah jadi anak acara kalo bukan sebagai koor atau paling nggak partner koor.nya. Dan acara yang ia pegang bisa dibilang hampir semuanya sukses dan keren banget jadinya. Eh, bahkan waktu kelas X dulu, dia pernah menjadi seorang ketua acara Legionnaire 2013. Sebuah acara yang sangat dipaksakan keberadaannya, tapi lumayan keren jadinya.

Anak yang sedang dimabuk cinta ini (cieee...) adalah seorang koor divisi bahasa, sebuah divisi di bawah ketua 3 yang bisa dibilang paling vital karena progra kerja vitalnya yang berjudul Language Fun Day. Di mana divisi ini sangat sering mendapat hujatan dari publik mengenai LFD tersebut. Tapi mungkin itu hanya di awal-awal saja.


Intinya, gue sangat bersyukur bisa mengenal orang sehebat ini.



Topik

Kesan pertama tentangnya yang masih teringat sampai sekarang, adalah betapa gahool-nya dirinya. Bayangin, hari pertama masuk IC, penampilannya aja udah gak nanggung-nanggung. Ketika kebanyakan anak pake kemeja, celana bahan, sepatu, dan nenteng-nenteng koper, dia malah pake kaos bola warna merah, celana coklat bersaku banyak ala pramuka, muka yang lumayan eksotis, dan sendal jepit “swallow”. Barang-barangnya pun ngga dia masukin ke koper ato tas gitu, tapi karung. Dialah Taufiqur Rohman, seorang siswa IC yang berasal dari Ngawi.

Bisa dibilang Topik ini adalah orang pertama yang gue anggep sahabat sejak hari pertama masuk IC, sampe sekarang tentunya. Mungkin gue orang yang bisa berteman sama siapa aja. Tapi nggak segampang itu bagi gue buat mengakui seorang sahabat. Ya, tentu “teman” dan “sahabat” yang dimaksud di sini sangatlah berbeda. Bahkan, pernah setelah matrikulasi (kita berdua beda kelas matrik) gue bilang gini ke dia, “Ayo Pik, kita bakal sekelas di X-2.” Dan sebuah keajaiban pun terjadi. Saat pengumuman pembagian kelas, namanya dan nama gue ada di kolom yang sama, di X-2.

Singkat cerita, Topik terpilih menjadi ketua kelas Raxivenn. Pas di awal-awal kelas X, dia sering banget dibully sama temen-temen sekelas. Bener-bener cuma dia deh kayaknya yang jadi objek pembully-an. Dan orang yang paling gencar membully ketika itu adalah si wakil ketua kelas (oke, keadaan ini sangat persis sama kelas gue pas MTs dulu). Namun, lama-kelamaan kelas pun makin kompak dan Topik pun makin dihormati (?) oleh anak-anak kelas. Menurut gue, kalo bukan dipimpin sama Topik, Raxivenn gak bakal bisa jadi sekeren ini.

Naik kelas, kami pun berpisah kelas. Dia masuk XI NS 4, gue XI SS 1. Tapi kami berdua malah jadi sekamar di 103 I. Nggak cuma di kelas dan di kamar. Gue dan topik pun menjadi “pembesar” alias orang yang ditumbalin buat ngurusin macem-macem di Jatmico (Jawa Timur Community) bersama beberapa lainnya.

Pendapat gue tentangnya, dia lumayan bijaksana. Dia cepat belajar dari pengalaman dan keadaan. Doyan baca buku dan hal itu membuatnya ngerti macem-macem. Anak kampungan (sorry for this ._.v) yang sangat berkembang saat masuk IC (bayangin, pertama kali dia naik lift adalah setelah masuk IC). Dia jago manjat dan memiliki kemampuan selayaknya anak pramuka beneran. Kelihatannya, dia memiliki daya survive yang tinggi. Ah, dia sangat hebat.

Oke, intinya sih gini. Gue sangat menghargai dia sebagai sahabat gue. Walau pada kenyataannya, kita punya banyak perbedaan. Dia anak IPA, gue IPS. Sebagai OSIS, dia ada di kancah ketua 1 sebegai koor kedis, sedangkan gue di ketua 3 yang megang divisi jurnalistik. Orientasinya lebih condong ke I-Care, sedangkan gue lebih ke Sonlis. Tapi, gue nyaman kalo lagi bareng sama dia. Bahkan pernah beberapa kali, ketika gue lagi bingung ato galau, bertemu dengannya bisa bikin gue tenang lagi.

Pas kebetulan jadi anak acara bareng di Acasana

Jatmico Goes To Jatim Park