Showing posts with label profile. Show all posts
Showing posts with label profile. Show all posts

Friday, October 12, 2018

Yaya


Well, berhubung lama gak update, jadi udah lama banget ya gue nggak ngomongin orang lagi di blog ini. Kali ini, rubrik profile kembali hadir menceritakan sesosok manusia secara subyektif dan semena-mena. Kalo selama ini gue selalu nyeritain tentang temen-temen di IC, kali ini gue bakal mendeskripsikan salah satu temen kuliah gue.

Kenalin, ini yaya.
Heh bukan yaya yang itu -_- Yaya di bawah ini yang gue maksud hehe.


Gue pernah mencoba stalking, kemudian menemukan kenyataan bahwa orang ini sangat susah dicari jejaknya di internet. Jadi, mungkin, tulisan nggak penting ini bisa jadi referensi kalo kalian ada yang kepo sama sosok satu ini. Kalo ada.

Amalia Khusnaya alias Yaya ini adalah mahasiswi Manajemen Kebijakan Publik UGM 2015. Dia berasal dari kalangan Magelang atau Mahasiswa Gemar Pulang. Gue kenal ukhti yang satu ini dari Jamaah Muslim Fisipol (JMF), sebuah organisasi dakwah kampus yang mengizinkan gue menjadi parasit di sana selama ini.

Berhubung seangkatan di JMF, harusnya gue udah pernah ketemu sama dia paling nggak pas Latihan Kepemimpinan (LK) 1. Tapi, waktu itu gue belum terlalu ngeh sama doi. Mungkin dia masih agak pendiem waktu itu. Seinget gue, Yaya belum telalu aktif banget di JMF pas tahun pertama. Dia bukan termasuk anak yang sering nongol di sekre, jadi gue belum terlalu kenal sama dia.

Gue baru beneran kenalan sama dia tu pas acara kultural angkatan di rumah Fella. Metode kenalan gue waktu itu lumayan nggak biasa. Gue melihat sebuah jaket JMF dengan tulisan Amalia Khusnaya tergeletak di sebuah kursi. Berhubung gue penasaran mana sih yang namanya Amalia Khusnaya, gue pake jaket itu dan muter-muter di rumah sambil nyebut-nyebut nama itu. Dan di situlah kita akhirnya kenalan.

Sampai saatnya gue dapet amanah buat ngurusin Andalusia, kegiatan Idul Adha JMF. Gue gerilya mencari temen-temen JMF 2015 yang bersedia bantu gue jadi koordinator divisi buat acara ini. Waktu itu, gue punya keinginan buat narik temen-temen gue yang sehari-harinya jarang kelihatan di JMF. Maksudnya buat menggali potensi kader di angkatan gitu. Yaya pun gue tarik jadi koordinator divisi humas berkat saran dari Aul.

Yaya menjadi salah satu koor yang paling gue andalkan selama ngurusin Andalusia. Dia yang ngurusin kontak sana-sini, cari sohibul qurban, fundrising, oprec panitia, dll. Selain menjalankan tugas humasnya dengan sangat baik, doi juga menyumbangkan tenaga dan pikirannya buat acara, sampe hal-hal kecil kayak woro-woro di grup panitia. Oiya, gue inget banget pernah hampir berantem sama dia di sekre karena suatu hal haha.

Habis kelar Andalusia, Yaya pun jadi lebih aktif di JMF sampe dapet amanah di pengurus harian sebagai Kadept Humas. Sejak itu, Yaya gue kenal sebagai salah satu akhwat yang jadi temen baik di JMF. Nogkrong di sekre, partner nitip batagor, sering makan sama jalan bareng nakanak JMF, dan sempet jadi panitia inti bareng lagi di RDF.

Jalan-Makan-Foto pasca RDF

Masa-masa persiapan KKN pun tiba. Singkat cerita, gue sama Yaya sepakat buat jadi tim pengusul bareng di Randangan, Pohuwato, berkat referensi dari Mbak Sekar. Mulailah kita nyari temen tim pengusul lain, konsul sama kating pendahulu, mampus gue ditunjuk jadi kormanit, kontak DPL, oprec anggota, merencanakan program, sambat, sampe berangkat dan selesai KKN.

Yaya gue tunjuk jadi sekretaris, tapi dalam perjalanan berasa dia yang jadi kormanit wkwk. Dia banyak bantu ngurus administrasi (hampir semua dia yang ngurus bahkan), ngingetin ini itu, teman curhat dan sambat, dll. She’s really my partner.


Sekian kronologi pertemanan kita. Sekarang, saatnya masuk ke sesi ghibah.

Bagi gue, Yaya ini orang yang profesional dalam kerja. Meski kadang baperan, tapi dia selalu berusaha melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Dia orang yang pintar, teliti, kritis, dan mayan perfeksionis. Kadang lo bakal menemukan momen-momen di saat dia terlihat galak. Meski begitu, Yaya adalah teman yang sangat menyenangkan buat siapa saja.

Anyway, semangat menyelesaikan tugas akhir Yaya! Utang gue buat nulis tentang lo di blog gue lunas ya wkwk. Inget pesan gue buat memperbanyak khusnudzon dalam menghadapi segala masalah. Stay true on yourself, tetap lakukan apa menurut lo bener dan bermanfaat. Oiya, jangan bosen jadi temen gue ya ;)

Monday, September 7, 2015

Gilang


Kali ini, lagi-lagi gue bakal posting edisi khusus ngomongin orang. Haha. Gue jelasin dulu ke elo semua, kalo semua orang yang namanya kesebut di blog gue bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka pastilah orang-orang hebat, cerdas, berjasa bagi almamater, bangsa, negara, dan dunia. Satu hal yang pasti, mereka adalah orang-orang yang berharga dalam hidup gue. Begitu juga dengan anak yang satu ini. Penasaran siapa dia? Tadaaaa.... Perkenalkan, GILANG AL GHIFARI LUKMAN!!!


Pasti udah banyak yang tau siapa anak ini. Seminimal-minimalnya, sepertiga dari seluruh penduduk Jabodetabek pasti mengenalnya (tau dari mana gue -_-). Pasti udah banyak juga fans-fansnya yang nulis tentang dia di berbagai penjuru blog atau media-media sosial. Namun, gue ingin menegaskan satu hal bahwa GUE BUKAN SALAH SATU DARI FANSNYA. Haha, kesannya kayak gue benci banget gitu ya sama dia. Nggak kok, mau gimana juga, Gilang tetep yang paling keren :3 *waks.

Gue masih inget banget pas hari pertama masuk IC, Gilang adalah salah satu anak yang pertama gue kenal. Saat itu, pas lagi kegiatan fitting buat seragam, dia jadi anak yang paling pecicilan dalam berkenalan. Sok kenal sok dekat gitu deh. Tapi emang menyenangkan buat diajak ngobrol. Kayaknya, gue pikir saat itu, dia emang gampang bergaul sama semua orang. Dan pecicilan.

Gilang adalah pribadi yang sangat rempong dan ceroboh. Hobinya adalah meninggalkan barang-barang yang ia bawa di sembarang tempat, dan baru berusaha mencarinya kalo merasa butuh barang itu lagi. Dia juga hobi banget ngeces alias ngiler (mengeluarkan air liur dari mulutnya, red) nggak kenal waktu dan tempat. Nggak cuma pas dia tidur, bahkan pas lagi ngobrol-ngobrol biasa, tak jarang cairan berjatuhan melewati bibirnya (iuh -_-). Gampang panik dan seringkali kebawa perasaan (baper). Drama queen akut. Kehiperbolaan, kehiperaktifan, dan kepecicilannya seringkali tidak bisa ditolerir. Bahkan ia pernah hampir memecahkan kaca masjid dengan kepalanya pada suatu event. Hahaha *ngakak*

Loh, kok gue jadi buka-buka aib gini sih -_-v

Gilang ini salah satu makhluk negeri dongeng milik Astonic. Koleksi jas, dasi, kemeja, topi, topeng, dan kostum-kostum anehnya sangat melimpah, sampe dia bikin sebuah branding “Gilang’s Wardrobe”. Selalu jadi andalan angkatan kalo lagi butuh-butuh kostum buat acara tertentu. Gilang juga merupakan salah satu makhluk paling multitalent yang pernah gue kenal. Kepiawaiannya dalam berbahasa asing nggak diragukan lagi. Dia jago bahasa arab, inggris, prancis, rusia, dan mungkin banyak lainnya. Kemampuannya dalam berseni (bukan buang air seni ya) juga sangat keren. Dia jago maen musik (violinist angkatan broo) dan menurut gue poster desain grafis karyanya selalu keren.

List prestasi-prestasinya? Wuih, nggak usah ditanya. Terlalu banyak buat disebutin satu-satu -_- Dia emang udah langganan juara hampir di setiap kompetisi yang dia ikuti. Anak ini dapet gelar Best Delegates di lomba Moskow International Model United Nation (MIMUN), of course ini lomba tingkat internasional yang diadakan di Rusia sana. Lalu, bersama timnya, dia jadi juara pertama di Olimpiade Ilmu Sosial (OIS) 2013, kalo nggak salah lomba yang mencakup regional Asia Tenggara yang diadakan di UI. Dia juga memimpin kontingen MAN Insan Cendekia Serpong di Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) season pertama yang diadain sama RTV, meraih juara pertama dan mendadak jadi artis di kalangan kawula muda. Bahkan beberapa hari sebelum wisuda, sempet-sempetnya Gilang dan timnya kembali mewakili IC di  lomba semacam simulasi sidang ASEAN gitu, tingkat SMA/sederajat se-Banten, lalu kembali meraih juara satu. Dan masih buanyak banget lainnya yang belom gue sebutin.

Akademiknya di sekolah juga nggak main-main. Pas kelas X aja dia selalu dapet tiga teratas paralel. Bahkan pas kenaikan kelas XI dan milih jurusan, pihak sekolah sempet maksa dia buat masuk IPA kelas bilingual, tapi dia tetep memilih mengikuti passionnya di IPS. Kemudian, ia selalu jadi ranking satu di IPS dan menjadi rujukan favorit bagi anak-anak lain saat mengerjakan tugas (mwehehe). Anak ini emang kelewat kreatif dan seringkali niat pas nggarap tugas, selalu totalitas dalam mengerjakan apa pun. Dia juga memiliki leadership yang menurut gue sangat baik, tahu bagaimana mengkoordinir serta me-manage timnya untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Jago debat, berwawasan luas, hampir selalu menang di setiap kejuaraan yang dia ikuti, jago ice skating dan sepatu roda, dermawan serta rajin mengaji...

Dan masih banyak yang lainnya ._. Wah, kayaknya nggak bakal ada habisnya kalo ngomongin betapa gemilangnya anak ini. Mending gue mau sedikit flashback, momen-momen apa aja yang mengingatkan gue pada anak ini.

Senam pagi
Hahaha... Inilah yang pertama kali muncul di benak gue kalo disuruh mengingat momen bareng Gilang. Ya, apalagi kalo bukan senam pagi. Biasanya, kalo ada tugas olahraga bikin senam kreasi, entah cuma sekelas maupun seangkatan, Gilang selalu jadi andalan. Kalo di IPS, biasanya gue, Gilang, sama Aun. Di angkatan mungkin ada tambahan Neto, Wildan, Ocit, dan beberapa lainnya. Koleksi lagu Gilang buat senam atau krida bisa dibilang kece-kece. Ide-ide untuk gerakan juga selalu ia tuangkan dengan lancar.

Selain untuk event-event tertentu, tak jarang juga kita bersenam hanya sebagai hobi. Biasanya kami senam bareng di living atau di kamar. Kita juga pernah menggalakkan kegiatan senam pagi bersama bagi Astonic yang berminat, di saat-saat menjelang UN. Apalagi pas itu Gilang bawa ampli sendiri. Pagi-pagi sebelum apel, kita senam pagi bareng di lantai satu gedung I sambil nyetel lagu kenceng-kenceng. Haha gila abis lah pokoknya.

BPH angkatan kelas X
Entah mengapa, gue paling nggak bisa kalo disuruh nyeritain pengalaman gue semasa jadi BPH angkatan kelas X di blog ini (loh, emang siapa yang nyuruh? -_-). Intinya, dalam masa-masa ini Gilang jadi bawahan gue (hahaha *devillaugh*).

 Pas pelantikan woohoo...

DMBH
Semua berubah ketika kami naik kelas XI. Karena sebuah kecelakaan hal yang nggak nggak diduga-duga namun nggak pernah gue sesali, gue ditarik jadi koordinator divisi jurnalistik OSIS 13/14. Di sini keadaannya berbalik, Gilang jadi atasan gue sebagai ketua III, dan gue jadi bawahannya sebagai koordinator divisi (btw diksinya nggak enak banget ya, atasan-bawahan -_-v). Dia memelopori sebutan Divisi Minat Bakat Hebat (DMBH) bagi divisi-divisi dibawahnya, yakni bahasa, olah raga, senbud, dan jurnalistik.
Bahasa-Senbud-Gilang(?)-Olahraga-Jurnalistik

Sebagai ketua bidang, bisa dibilang Gilang ini sangat baik dan care sama anggota-anggota divisi di bawahnya. Ia beberapa kali ngadain makrab DMBH dan acara tuker kado. Terlebih-lebih sama delapan koordinator kesayangannya ini *uhuk*. Kita sering foto bareng setiap kali ada jalan-jalan angkatan. Yang cowok-cowoknya nggak jarang juga kumpul di asrama, entah untuk ngomongin masalah program kerja atau sekadar asyik-asyikan aja. Gilang sering ngadain event-event nggak penting biar kita bersembilan bisa kumpul. Salah satu yang paling gue inget adalah El Passione El Skillo El Romantico (apa banget ya nama acaranya -_-), sebuah event yang digelar pada malam minggu di sela-sela UAS kenaikan kelas tiga, dimana kita semua diwajibkan pake baju yang rapi dan lain dari biasanya, selayaknya mau prom night ._.


 Makrab


 Makrab + Tuker Kado

El Romantico

Oh iya, Gilang juga rajin memperingati ultah anak-anaknya, terutama koor yang cowo-cowo. Tapi, pas ultah Gilangnya sendiri, kita para koornya malah sengaja ngerjain. Kita diemin dia selama seminggu. Itu sukses bikin Gilang galau abis selama seminggu penuh, nungguin ucapan dari kita-kita. Gue dan Azzam pun punya ide buat mencuri buku hariannya, lalu menemukan di dalamnya Gilang curhat tentang betapa galaunya dia gara-gara kita nggak ada yang ngucapin. Hahaha... Lalu, di suatu sore tepat seminggu setelah tanggal yang seharusnya, kita bikin surprise buat dia, nonton video ucapan dari seluruh anggota DMBH, terus kita makan-makan kue di pinggir lapangan bola.



Btw gue minta maaf ya Gil, gue nggak bisa jadi koor jurnal yang baik dan terkesan main-main doang selama menjabat. Padahal gue tau, lo punya ekspektasi yang jauh lebih tinggi sama divisi gue. Ah emang dasar payah gue ini -_-v

Gossen - S.O.S - Aqua Sashet Syariah
Di Astonic, ada tiga puluh empat anak IPS yang dibagi jadi dua kelas. Gossen adalah nama kelas IPS gabungannya Astonic. “Go Social Science, ‘Till The End!” Nah, kebetulan selama dua tahun terakhir di IC, gue sekelas terus sama Gilang. Kelas XI di S.O.S dan kelas XII di ASSy. Seperti yang udah gue sebutin sebelumnya, untuk bisa masuk IPS, anak semacam Gilang ini perlu berjuang keras untuk meyakinkan pihak sekolah yang menginginkan dirinya masuk IPA. Di IPS, dia langganan jadi ranking satu dan termasuk anak yang jarang banget ikut remed. Rasanya sekelas sama dia selama dua tahun itu... Biasa aja ._.

Hmm, gimana ya? Seinget gue, Gilang ini sering nggak ada di kelas. Pas kelas XI, dia sibuk ngurusin Sonlis dan urusan OSIS lain. Pas kelas XII, dia sering mondar-mandir ke ruang BK, sibuk sendiri ngurus buat kuliahnya. Bisa dbilang, gue lebih mengenal dia ketika di luar kelas. Tapi, kalo lagi nggak sibuk, dia biasanya jadi perusuh di kelas. Waktu kelas XI, dia pernah ngajakin anak sekelas main tebak kata ala eat bulaga buat ngisi jam kosong. Selain itu, dia rajin nanya dan/atau ngejawab pertanyaan, menyelamatkan insan-insan lain dari suasana awkward yang berkepanjangan antara guru dan murid-muridnya. Haha...


 S.O.S

 Aqua Sashet Syariah

Sonic Linguistic 2014
Gue udah pernah cerita kan, betapa kecenya Sonlis 2014 (klik di sini). Mungkin selama di event mahakarya Insan Cendekia ini gue nggak banyak berinteraksi langsung sama Gilang. Doi selaku ketua acaranya, sedangkan aku mah apa atuh. Namun, sebagai koordinator lomba, gue ngerasa kalo Gilang ini ketua yang care, rajin nanyain gimana perkembangan lomba gue. Maafin gue  ya Gil, lagi-lagi di sini gue nggak becus jadi bawahan lo -_-v

Perlu gue akui kalo Sonlis 2014 emang amat sangat keren. Gue apresiasi banget buat Gilang yang rajin banget membangun kesadaran seluruh panitia akan betapa pentingnya acara ini. Konsolidasi dua angkatan sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Kemudian, H-1 pas apel pagi, Gilang memimpin yel-yel Sonlis yang diikuti oleh Astonic dan Eisthera bersamaan. Kelihatan banget totalitas yang Gilang dan timnya berikan demi suksesnya acara ini. Salut!

Mules
Mules yang dimaksud disini bukanlah hasrat mendalam yang datang dari perut untuk segera mengeluarkan isinya. Bukan. Mules yang gue maksud adalah salah satu progam kerja (proker) dari OSIS divisi senbud. Musics and lyrics request. Kegiatannya kayak siaran radio gitu, diadakan setiap minggu pagi di depan gedung G. Anak-anak boleh request lagu buat disetel dan titip-titip salam juga. Dari microphone yang ada di depan gedung G, musik yang disetel disalurkan ke seluruh speaker gedung, asrama, dan lapangan di IC.

Nah, gue demen banget ikut ngerusuh di Mules. Biasanya barengan sama Azzam dan Gilang. Kita ikut bacain titipan salam dari anak-anak, bercuap-cuap nggak jelas, atau hanya sekedar ikut nongkrong di sana. Lumayan juga, pagi-pagi udah bisa liat akhwat-akhwat yang pada berseliweran dari asrama ke kantin. Hahaha... Yang paling seru itu kalo kita udah sama-sama kumat. Pas lagunya lagi asyik banget buat joget, kita joget aja di sana. Dilihatin sama anak-anak yang berseliweran. Sungguh jahiliyah sih sebenernya -_-

Oh iya... Gue, Azzam, dan Gilang juga pernah berinisiatif untuk ngadain Mules swadaya(?). Saat itu, kita udah kelas XII. Pas H-1 ujian nasional, kelas X dan XI kan pada udah libur dan pulang ke rumah masing-masing tuh. Kita malah ngadain Mules edisi spesial UN Astonic. Hanya berbekal music box dan lagu-lagu di dalamnya, pagi itu kita bermules ria. Nggak cuma kita, beberapa Muleser lain juga ikut bergabung. Sungguh kurang kerjaan sih sebenernya -_-

Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) - RTV
Wah, gue belom pernah cerita tentang OIC di blog ini ya ._. Singkatnya, OIC adalah acara cerdas cermat yang diadain sama RTV. Pas season pertamanya dulu, sekolah gue ikut dan Alhamdulillah jadi juara pertama. Tim yang maju mewakili IC saat itu adalah Gilang, Hikam, Imam, Ian, dan Alvin. Di setiap putarannya, Gilang selalu dapet peran buat jadi leader bagi tim kami. Gue mah apa atuh, cuma beberapa kali ikut jadi suporter. Tapi, perjuangan yang kita alamin selama beberapa minggu ikut OIC ini kerasa banget. Sering ninggalin pelajaran, deg-degan dan gregetan pas ngelawan musuh, makan-makan sepulang syuting, dll. Seringkali kita pulang sampe tengah malem. Bahkan sekali waktu, pernah kita baru sampe asrama lagi jam tiga pagi.


Setelah acara ini selesai dan IC dapet juara satu, Gilang dan kawan-kawan mendadak jadi artis. Terutama untuk Gilang sendiri, fans-nya dari luar sekolah tiba-tiba membeludak. Gilang kan sering enggan ngerespon fans-fansnya ya (bukan, bukan gara-gara dia sombong kok), nah para fans-nya itu sering lari ke kita-kita selaku temennya Gilang buat kepo-kepo soal artis dadakan ini. Gue pernah baca blog salah satu fansnya Gilang dan jadi geli sendiri ngebaca isinya -_- Hahaha...

...

Seperti yang udah banyak orang ketahui juga, sebentar lagi Gilang akan berangkat untuk menapaki bumi Allah di bagian belahannya yang lain. Hanya tinggal menghitung hari lagi sebelum dia melangkahkan kaki-kaki hiperaktifnya ke Negeri Bunga Sakura demi menuntut ilmu. Oleh karena itu, tulisan ini sekalian gue dedikasikan sebagai kado perpisahan buat sohib gue yang mau berangkat ke Jepang ini. Maaf ya Gil, gue nggak bisa ngasih apa-apa buat lo kecuali ini. Gue juga nggak bisa hadir di farewell party lo. Sebagai gantinya, gue tulis nama lo gede-gede di blog gue. Haha.

Untuk menutup postingan ini, gue cuma ingin berpesan. Entah ada kaitannya sama semua cerita di atas apa nggak ._. Ekhem. Kita memang harus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita cintai. Namun sayangnya, realitas berkata bahwa nggak selamanya kita bisa selalu mendapatkan apa yang kita cintai. So, try to love what you have. Tetap di Raka Teguh, golden days!

Monday, January 26, 2015

Nahla


Rasanya udah cukup lama gue nggak ngomongin orang lagi. Okelah, di postingan kali ini, gue bakal memperkenalkan pada kalian salah seorang temen gue. Sebenernya gue nggak terlalu deket sama anak ini. Kebetulan gue pernah beberapa kali berurusan sama dia dalam kepanitiaan acara PTS dan milad Astonic, sekelompok pas ASEAN Summit dan foto BT (buku tahunan), juga kebetulan sama-sama anak Jawa Timur. Namun, ternyata semua itu cukup untuk membuatnya mendapatkan kehormatan buat gue tulis di blog ini.

Namanya Nahla Nurusshafa. Nahla adalah bahasa arab yang artinya lebah, hewan kecil yang gesit, berbahaya, namun menghasilkan banyak manfaat. Memang benar, gadis kelahiran Tulungangung ini ternyata amat sangat kecil dan pecicilan.

Kecil? Ya, gue nggak becanda soal itu. Tubuhnya yang terlampau mungil seringkali membuatnya dihina habis-habisan sama banyak anak. Penghinaan yang dilontarkan pun sangat bervariasi dan nggak manusiawi. Mulai dari “Masih TK kok udah sekolah SMA?” sampai “Nahla mana? Coba cek deh, siapa tau nyelip di jempol kakimu.” Hahaha...

Ekspresi Nahla pas ketahuan lagi ngumpet di sela-sela kuku jempol kaki orang

Pecicilan? Ya, soal ini gue juga nggak becanda. Selain karena dia emang berisik, cerewet, ‘n gak bisa diem, ia juga terkenal dengan ide-idenya yang sering muncrat dengan sangat apik. Gue paling ngerasain brutalnya ide si bumblebee ini pas milad kedua Astonic. Semua anak angkatan sampe dibuat sibuk gara-gara konsep perayaan milad yang ia usulkan. Fisiknya yang mungil itu ternyata sama sekali nggak pernah membuatnya minder. Bahkan, bisa dibilang si Nahla ini udah kayak artis ciliknya Astonic.

Ke-pecicilan-nya juga sangat terlihat lewat betapa aktifnya dia di dunia oraganisasi di IC. Meskipun dia kecil banget sampe sering nggak sengaja keinjek sama orang-orang yang lewat bukan OSIS-MPS ataupun pengurus angkatan, dia sering mendapatkan amanah buat ngurusin acara. Acara ekstern I-Fun, event organizer iCare, acara PTS An-Naml, tim kreatif Timeline, sampe milad kedua Astonic. Mungkin ada banyak lainnya yang lupa gue sebutin. Karena semua ke-pecicilan-nya tersebut, bisa jadi sekarang dia emang anak yang paling dikenal buat mengorganisir acara di Astonic. Apa nggak bosen ya? ._.

Nggak cuma intra sekolah. Meskipun tinggal di penjara suci ini, nampaknya Nahla juga tetep aktif bersama organisasinya di luar IC. Kalo gak salah, waktu itu dia pernah ninggalin sekolah beberapa hari buat kegiatan organisasi apa gitu, ngurusin selokan-selokan gitu ._. Ohiya, selain aktif di sana-sini, kepiawaiannya dalam berkoar-koar dan berkreativitas terbukti saat dia memperoleh gelar paling kece buat akhwat se-IC, yakni sebagai Kartini Insan Cendekia 2014.

Selain asik, gaul, dan pecicilan, bocah dengan aura berwarna kuning ini hobi banget menginspirasi orang. Entah lewat obrolan dengannya, kata-kata motivasinya, bahkan banyak hal yang ia lakukan telah menginspirasi banyak orang buat terus berkarya. Oke, gak usah panjang lebar lagi. Intinya, gue sangat kagum sama sosok sang putri lebah ini dan gue bersyukur bisa berteman dengannya.

Teruslah berkarya dan menginspirasi orang-orang di sekitar lo. Lanjutkan semua usaha lo buat bermanfaat bagi lingkungan sekitar, agama, dan bangsa. Kejar mimpi lo unutuk jadi event organizer handal! Katanya mau lanjut ke SBM ITB ya? Semoga Allah ridhoi itu sebagai jalan yang terbaik buat lo. Aamiin... Tetap semangat, Nahla!
 
 Sangat jelas terlihat kalo di foto itu gue lagi duduk bersandar di tembok sehingga Nahla kelihatan AGAK lebih tinggi dari gue

Friday, August 1, 2014

Amany



Hari ini adalah tanggal 1 Agustus 2014... Ada apa sama tanggal ini? Gue nggak peduli apa kata dunia dengan tanggal ini. Tapi, tepat hari ini ada salah satu kenalan gue yang ulang tahun. Siapa? Ya, posting kali ini emang gue persembahkan spesial buat salah satu sahabat gue di IC, Amany Fidinillah.

Amany adalah seorang gadis beraura hitam, diam, dan seram(?) yang sangat diandalkan dalam urusan dekor, multimedia, dan tim kreatif. Ya, gue pikir dia adalah salah satu anak yang berasal dari negeri dongeng. Pola pikirnya seringkali nggak bisa ditebak ._.v Ekhm. Walaupun dia memancarkan hawa-hawa apatisme, tapi ternyata dia adalah anak yang sangat loyal terhadap apa yang jadi tanggung jawabnya.

Sebenernya, belom lama gue kenal sama anak ini. Bahkan gue baru pernah berinteraksi sama dia pas kelas XI. Tapi, bagaimana bisa dia sampe dapet kehormatan masuk ke blog gue?

Gue ceritain dari awal banget deh. Dulu, sebagai ketua angkatan *ekhem* gue dituntut untuk tau dan kenal sama seluruh anak seangkatan. Berhasil, pas menjelang akhir-akhir kelas X, bisa dibilang gue udah kenal sama seluruh anak Astonic. Tapi, ada beberapa anak akhwat yang gue cuma sekadar tau doang, sama sekali belom pernah berinteraksi dengannya. Bisa dibilang mereka terlalu “jauh” untuk gue jangkau. Gue inget banget, jumlahnya nggak sampe lima anak kok. Dan ternyata salah satunya adalah Amany ini.

Singkat cerita, pas awal kelas XI, gue ditarik jadi pengurus OSIS, tepatnya koordinator divisi jurnalistik. Gue agak kaget ketika tau kalo partner koor gue ternyata adalah Amany. “Ni anak, siapa..?” pikir gue semasa itu. Setau gue, yang namanya partner itu kudu sering berkomunikasi dan koordinasi. Sedangkan Amany ini, kenal aja nggak. Jujur aja, saat itu gue agak gimana gitu(?). Tapi gue terima-terima aja dan cuma bisa ber-khusnudzon.

Ternyata, semasa awal-awal jabatan, rasanya kalo kita berkoordinasi kagak pernah nyambung. Amany dengan ideologinya yang menurut gue aneh unik, dan gue dengan pemikiran yang nggak jelas. Bahkan kalo ga salah, pernah juga semacam berantem sampe nggak enakan beberapa hari, entahlah. Gawatnya, kita sekelas di XI IPS 1 -_- Gue pun menyadari satu hal, bahwa kita berdua emang bener-bener jauh berbeda. Beda dalam hampir segala hal. Dan satu hal lagi, bahwa dia itu ngeselin (ternyata, Amany sempet mengakui bahwa pas masa-masa itu, dia juga nganggep kalo gue ngeselin). Dia juga punya tanggung jawab gede dalam sebuah event, yang bikin gue merasa nggak enak kalo sering-sering “nyuruh” anak ini. Gara-gara itu, gue jadi merasa kerja sendirian selama semester satu. Tapi itu cuma perasaan gue, yang sangat subyektif.

Waktu terus berjalan. Entah kapan tepatnya kita mulai berdamai. Tapi, lama kelamaan gue merasa kalo komunikasi dan koordinasi kita mulai nyambung. Perbedaan yang dulunya bikin kita nggak enakan sampe berhari-hari, kini justru jadi saling melengkapi. Secara nggak langsung kita jadi ngerti pembagian tugas masing-masing. Misalkan, gue bagian yang berkoar-koar ngumpulin, banyak bicara pas ngumpul, dan inovasi-inovasi gak jelas. Amany bagian bawa makanan, ngeprint foto buat j-pret, serta meredam ketidak-jelasan inovasi-inovasi gue. Dan bersama 9 anak jurnal lainnya, Nano Nano pun jadi divisi paling kompak, paling seru, paling rame, paling gaje, dan paling-paling lainnya yang pernah gue kenal.

Beda ya tetep beda. Kita tetep saling nggak kenal kalo di kelas, nggak pernah satu seksi dalam kepanitiaan acara, bahkan nggak pernah say hello kalo papasan di jalan (yg ini sebenernya emang nggak boleh sih ._.). Tapi kita jadi partner yg baik kalo udah ngurus jurnal. Ya, Amany adalah pemenang award "partner terbaik" dalam ajang penghargaan bergengsi, RAwa -duaribuempatbelas-.

Sekarang, kayaknya gue udah nganggep Amany lebih dari sekadar partner kerja (eits, jangan mikir aneh-aneh dulu). Dia bahkan udah gue anggep sebagai temen baik, lebih tepatnya sahabat. Yah, bisa dibilang, mengenal seorang Amany Fidinillah adalah salah satu pengalaman berharga dalam hidup gue. Di mana gue belajar untuk menghargai, mendengarkan, dan memahami orang lain. Btw, selamat ulang tahun yang ke-17 Amany...!! Semoga makin yang baik-baik yaa :)

Oh iya, satu lagi... Dia juga dikenal rempong dengan segala barang bawaan yang dia bawa kemana pun dia pergi. Minimal, satu tas yang dia sebut sebagai "nyawa".


 Thanks for the nice partnership on this last year :)