Tuesday, May 28, 2013

MEI !

Mei ini mungkin bakal menjadi bulan tersibuk buat hampir semua orang di IC. Di dalemnya ada salah satu acara gede OSIS, I-Care. Terus banyak acara OSIS lain dan yang non-OSIS dipegang sama anak kelas X. Mulai dari acara Titan, Mabit, Legionnaire, simulasi kampanye parpol dan pemilu, serta Bingo. Belum lagi banyak pe-er, tugas, hafalan, ulangan, remed, dan semua itu ada di bulan ajaib ini. Gue adalah salah satu dari orang yang berhasil dibikin stres sama bulan ini. Oh ya, para guru juga pasti pada sibuk nyiapin Penerimaan Siswa Baru. Ckckck...

Ya, acara-acara di bulan ini emang udah selesai, dengan Bingo sebagai puncaknya, Sabtu kemaren. Tapi, SENEN DEPAN UAS BROO..!!! Belum sampe situ, minggu ini aja masih banyak ulangan, remed, pe-er, tugas, hafalan... Yah, kehidupan di IC. Statis, namun sangat dinamis.

BINGO

BINGO... BINGO? BINGO..!

Sunday, April 14, 2013

Berusaha Mencintai


Gue sempet berpikir. Ya, mikir. Jarang-jarang gue bisa mikir kayak gini. Emang gue mikirin apa sih? Gak tau deh. Gak jelas.

Wow, ternyata sekarang gue udah jadi anak IC bro! Dipikir-pikir, aneh juga. Padahal, ada banyak hal yang mendukung suatu opini, opini bahwa gue gak bakal ada di sini sekarang.  Namun, sepertinya Allah “berserikeras” untuk menjebak gue agar menghabiskan "masa-masa SMA" di “penjara suci” ini. Semoga memang begitu, dan semoga tetap begitu. Amin.

Gue bersyukur. Kalo bukan karena ada di IC, mungkin gue gak akan selamat dari perputaran dunia yang makin alay. Selain itu, gue bisa ketemu sama ratus-ribuan macam karakter yang berasal dari berbagai macam daerah. Gue jadi tau, ternyata ada golongan manusia yang kalo ngobrol pake “lo gue”-an. Dan ternyata golongan itu menganggap orang yang pake “aku kamu” sebagai orang homo. Wow.

Ya, gue belajar banyak hal di sini.

Memang, nggak bias serta-merta gue langsung menerima semua keadaan baru di sini. Gue butuh adaptasi. Dan, acara yang bernama PTS alias Pekan Ta’aruf Siswa benar-benar cukup membantu dalam proses ini.  Gue (hampir) bisa hafal semua nama lengkap cowok seangkatan hanya dalam seminggu. Hebat.

Untuk mencintai lingkungan baru ini (IC tentunya), gue mulai dari yang kecil dulu. Maksudnya? Gue merasa kesulitan kalo harus langsung mencintai IC yang begitu kompleks ini. Jadi, gue mulai mencintai kelompok-kelompok kecil yang gue tergabung di dalamnya. Ya, tentu.

Habis PTS ada kelas matrikulasi. Gue kebagian kelas M-1. Menurut mitos, para penghuni M-1 adalah anak-anak yang jago bahasa arab. Nggak salah sih, kebanyakan temen gue di sini berasal dari pondok dan pada jago bahasa arab. Satu hal yang masih bikin gue bingung. Kenapa gue kok bisa masuk kelas ini? Oh, mungkin kepiawaian gue di bidang laen lebih jongkok. Haha.

Kelas ini adalah hal mengasyikkan pertama yang gue punya di IC. Orang-orangnya asyik-asyik, cepet akrab, hampir gak pernah sepi, dan semacamnya. Kita juga punya tradisi, yakni bagi-bagi makanan. Walau masa matrikulasi udah lama berakhir, namun tradisi itu masih berjalan sampe sekarang. Kita sering ngumpul  cuma buat makan-makan. M-1, satu-satunya kelas matrik di tahun ini yang punya nama dan motto. Neo-Maxis #makansehat.

Beranjak ke tahap berikutnya, yakni kelas sungguhan. Gue “ditaruh” di kelas X-2 dengan absen yang sama seperti pas matrik, 11. Menurut legenda, dari tahun ke tahun X-2 selalu berisi anak-anak yang PD dan asyik. Kerennya mantan ketua kelas X-2 tahun lalu dan dua tahun lalu, keduanya menjadi ketua OSIS. Asik.

Gue tetep butuh waktu untuk bisa cinta sama kelas gue ini. Entah, bahkan dalam beberapa saat gue masih cinta sama Neo-Maxis. Perlahan tapi pasti. Segala pe-er, ulangan, pelajaran, kegiatan, canda, tangis, dan tawa (lebay deh -_-) gue jalani bareng mereka. Gue masih inget gimana kelas gue  mempersiapkan perform dramanya, bupalas (buka puasa kelas)nya, bupatitan (buka puasa tiga angkatan)nya, CIVIC Pedulinya, video klipnya, dan wah, masih banyak lagi. Oke, waktu awal-awal dulu kita emang belom terlalu kompak sih. Namun…

“Terima kasih,” kata ini untuk salh satu acara OSIS yang bernama GAKIC. Gue makin cinta sama kelas seiring dengan makin kompaknya kelas. Dan hal ini bener-bener kerasa pas pertandingan basket cowok lawan XI NS 1 di hari terakhir GAKIC. Semua anggota kelas bisa hadir di pertandingan kelas yang terakhir itu. Perasaan tegang dari tiap anak bersatu pas ngeliat skor yang kejar-kejaran. Namun, kelas kita belom bisa mengungguli kelas yang emang terkenal “kuli” itu. Kita kalah.

Persetan dengan medali yang diperoleh maupun letak di ranking hasil akhir. Kita sudah mencurahkan semuanya untuk acara ini. Lucunya, kita hampir nggak pernah sekompak ini pada acara-acara OSIS lainnya. Aneh.

Alma, Alya, Anggia, Kokom, Nafis, Hani, Hilman, Atik, Cahyani, Lulu, gue, Tika, Aldo, Ihsan, Oya, Aun, Hanif, Sita, Wafi, Ian, Salman, Savira, Syifa, dan Topik. Radixivous Avisenna, Raxivenn.

Sekarang gue lagi dalam masanya mencintai yang lebih besar lagi. Angkatan. Padahal gue sering ngingetin temen-temen untuk solid di angkatan. Ya, gue ketua angkatan yang payah. Gue nggak bisa cerita banyak-banyak tentang angkatan gue. Takut sombong. Gue juga nggak bisa cerita yang aneh-aneh tentang angkatan gue. Takut nyebarin aib. Gue cuma bisa ngasih tau namanya. Astonic Dralen Relaston.

Udah? Udah..

Thursday, April 11, 2013

Happy Satu-Dua Day! (part 1)


12-12-12. semua orang mungkin berpikir kalo itu adalah tanggal yang unik. Namun, itu belum tentu merupakan hari yang spesial. Kecuali bagi kita, anak X-2. Kombinasi angka yang mantep itu bisa kita baca satu dua-satu dua-satu dua. Dan itulah mengapa kita sebut tanggal itu special. Satu-dua, kelas kita sekarang. Oh, bukan. Keluarga kita selamanya.

Kita sudah sadar mengenai tanggal itu beberapa minggu sebelumnya. Tentu kita nggak mau melewatkan momen yang cuma terjadi dalam 100 tahun sekali ini. Inisiatif dan ide-ide mulai bermunculan. Salah satunya langsung kita sepakati, bikin acara 3 angkatan!

Namun, kita menemukan suatu kendala. Tanggal 12 Desember itu ada dalam masanya kita lagi UAS. Okelah, kita sepakat nggak jadi bikin acara di tanggal itu, kita pindah setelah UAS. Walau begitu, kita tetep pengen ngerayain Hari Satu-Dua di hari itu juga. Okelah, lagi-lagi kita sepakat untuk bikin suatu merchandise bertemakan Satu-Dua Berjaya. Kita akan bikin gantungan kunci! Desainnya udah dibikin, terus di-print… Beberapa hari sebelum tanggal 12, bareng-bareng kita guntingin kertas print2an-nya dan kita laminating dengan cara disetrika *(agak primitif ya -_-).

Gantungan kunci itu kita bagikan ke anak-anak kelas X-2 dan kakak-kakak kelas mantan X-2 pas tanggal 12-nya. Benda mungil nan imut ini pun dinobatkan sebagai salah satu atribut kelas Raxivenn. Selain tebar merchandise, malam harinya keluarga Satu-Dua Berjaya juga kita kumpulkan di kiri masjid. Ngumpulnya pun agak gaje. Dengerin Si Topik ngoceh, salam-salaman, diusir Pak Oji, udah. Maklum, besoknya masih ada ujian. Hehehe… (Tentu semua proses itu kita lakukan pas masa UAS).

Sunday, March 24, 2013

Sonic Linguistic 2013


Sori ya, gue sempet nggak posting lamaa banget. Sekalinya posting, eh malah gajelas. Maklum, berhubung gue ini orangnya (sok) sibuk, gue jadi nggak sempet ngurusin blog. Lagian, kegiatan seru di IC banyak banget, sampe-sampe gue bingung mana yang mau diceritain dan mana yang nggak. Eh, akhir-akhirnya malah gaada yang diposting.

Namun, ada satu kegiatan yang bener-bener pengen gue certain ke kalian. Beberapa udah gue certain lewat postingan-postingan singkat yang gue buat secara spontan. Ya, beberapa posting sebelum ini mewakili perasaan dan pikiran gue saat itu, yang langsung gue tulis secara spontan. Seperti yang telah tertulis, nama kegiatan itu adalah Sonic Linguistic 2013.

Sonic Linguistic, atau biasa disingkat Sonlis adalah acara ekstern terbesar yang diadakan oleh OSIS MAN Insan Cendekia Serpong setiap tahunnya. Sonlis pertama kali diadakan pada tahun 2008, dan tahun ini adalah yang keenam tentunya. Kepanitiaan acara ini sampai menyerap seluruh angkatan kelas XI (Magnivic) dan hampir semua angkatan kelas X (Astonic). Pesertanya juga mencapai angka ribuan, dengan 22 cabang lomba dari 4 bidang minat & bakat (bahasa, seni dan olahraga, iptek, dan jurnalistik). Bias dibilang ini adalah lomba tingkat nasional karena pesertanya berasal dari berbagai daerah, bahkan Papua.

Sonlis 2013 mengusung tema world reconciliation alias persatuan dunia. Di bawah komando sang ketua acara, Gilang Audi Pahlevi, Sonlis 2013 berhasil mengubah suasana MAN IC menjadi medan perang. Keren banget dah!

  
Ada yang menarik dari acara ini. setiap bidang lomba memiliki logo dan namanya masing-masing sebagai maskot. SAULTSOMER untuk bidang bahasa, ORIENBERG untuk seni dan olahraga, CHRONODROM untuk iptek, dan GENOCYDE untuk jurnalistik.

SAULTSOMER

ORIENBERG

CHRONODROM

GENOCYDE

Gue tergabung dalam kepanitiaan salah satu lomba di bidang jurnalistik, yakni Journalist On The Spot (JOTS). Lomba yang gue urus ini nggak jauh beda sama lomba journalist blog yang pernah gue ikuti dalam School Contest saat gue masih bergabung di Fikruna Matsanda. Para peserta (individu) diharuskan meliput acara Sonlis selama tiga hari (tgl. 2, 3, dan 9) dan kemudian menuliskannya dalam artikel berita. Artikel berita itu diposting di blog mereka masing-masing paling telat jam 8 malam, dan selanjutnya akan diperiksa oleh panitia dan dinilai oleh juri.

Oh ya, ada empat orang yang jadi panitia lomba ini. mereka adalah Kak Izzati (koord.), Kak Wali, Alma, dan gue. Bias dibilang, cukup nyantai jadi panitia JOTS. Kita cuma ngurus Technical Meeting (semua lomba juga sih), ngasih pengarahan pas hari pertama, dan sekali seminar jurnalistik. Selain itu, kita tinggal membebaskan para peserta untuk meliput Sonlis dari pagi sampe sore. Nyantai, nggak sesibuk lomba-lomba lain. Mwehehe…

Pas seminar jurnalistik (tgl. 9 siang), gue ditunjuk jadi moderator acara. Wow, gue langsung syok. Ini pertama kalinya gue jadi moderator seminar yang pembicaranya orang luar dan pesertanya juga dari sekolah luar. Alhamdulillah, acara berjalan lancer walau agak telat mulainya. Untung gue nggak keceplosan muntaber pas lagi jadi moderator. Ehm, pembicara seminar jurnalistik ini adalah Ketua Redaksi Majalah Janna, Agung P. Vazza.lumayan lah, dapet ilmu gratis tentang jurnalistik.

Selain jadi panitia JOTS, gue juga berkontribusi dalam opening ceremony dan closing ceremony (OC dan CC)-nya. Pas OC, ada parade besar-besaran. Salah satu tujuan dari parade ini adalah untuk menampilkan sekilas mengenai lomba-lomba yang ada di Sonlis 2013. Peserta parade ini hampir semuanya anak kelas X. maklum, anak-anak kelas XI-nya kan pasti lagi pada sibuk. Bagaimana pun, mereka adalah panitia utamanya. Oh ya, dalam parade OC, gue tampil mewakili lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB). Parade yang diiringi dengan music yang super keren ini keren ini diakhiri dengan tembakan panah dari atlet panahan dari angkatan gue.


CC-nya nggak semeriah OC, tapi tetep bagus. Pas OC, gue berperan sebagai bodyguard bergaya Man In Black (MIB) yang menyambut para pemenang lomba yang lagi naik ke panggung. Sebenernya, pegal juga sih, bergaya kayak gitu selama kurang lebih dua jam. Tapi, dengan begitu gue akan ada di banyak poto. Mwehehehe…

CC selesai, kebanyakan peserta udah mulai pergi meninggalkan kampus MAN IC. Para panitia ngumpul di depan gedung serba guna (GSG) – tempat CC berlangsung. Kita semua merayakan selesainya Sonlis dengan berteriak  “Sonic Linguistic 2013, world reconciliation, raise your arms, march forward, to the world in one, sukses Alhamdulillah…!!!” dan menerbangkan balon-balon. Wow, itu mungkin menandakan perpisahan kami, para panitia, dengan Sonlis 2013.

Jujur, gue hampir nangis pas semua lagi teriak kayak gitu, apalagi pas balon-balonnya pada diterbangin. Sonlis, satu dari sedikit hal yang bisa bikin gue terharu. Walaupun gue Cuma anggota panitia lomba JOTS, tapi gue belajar banyak hal dari Sonlis. Rapat panitia, nyiapin TM, nyablon slayer bertuliskan “All Access” buat peserta JOTS, angkat-angkat meja sampe tangah malem, menjalin relasi sama siswa-siswa luar, jadi moderator seminar, dan masih banyak lagi. Wow, mengerjakan suatu sistem yang sangat komplikasi dalam empat hari, dengan persiapan jauh berbulan-bulan sebelumnya. Dan semuanya, selesai hari itu, 10 Maret 2013.

Friday, March 15, 2013

Fourth Day, Last Day

10 March
Huaa... Sonlis udah selesaiii....
Ya, baru acara ini yang bisa bikin gue hampir nangis gara-gara terharu. Wow, Sonlis lah peperangan terbesar gue dalam suatu kepanitiaan acara. Wow, Sonlis lah yang bikin gue banyak belajar. Wow, sonlis lah yang bikin gue tepar. Wow, Sonlis.
DDan hari ini, selesailah sudah...~