Saturday, March 24, 2018

Candu Itu Bernama Kumpul, Sama Kalian.


Tumblr mana Tumblr ._. Awsyit udah diblokir ya. Kalo galau-galau gini biasanya di Tumblr nih -_- Yaudah deh di blog aja gapapa yak wkwk.

Tepat pagi ini, aku membuka obrolan di chatroom Astonic Jogja. Niatnya mau ngajak kumpul. Buat mencuri perhatian, aku sampe harus bohong segala kalo ada hal penting yang mau kuomongin. Padahal mah ya ga ada apa-apa. Cuma pengen kumpul aja. Rasanya, udah lama banget Astonjog kagak ada kumpul-kumpul. Mumpung ada momen menjelang UTS, jadi bisa sekalian doa bareng.

Rencananya aku mau ngajak makan siang gitu, soalnya sore sampe malem aku jadi panitia acaranya Paguyuban KSE UGM di desa mitra dan jadi moderator sosialisasi. Tapi, ternyata anak-anak pada bisanya malah malem. Oke, di titik ini aku berharap temen-temen bisa tetep jadi kumpul meski, meski, (hiks), meski aku yang ngajak sendiri gabisa ikut.

Gara-gara paket dataku habis, sejak habis Ashar aku mulai gabisa buka medsos. Singkat cerita, abis acaranya kelar sekitar jam 10 malem, aku balik ke Fisipol buat ambil sepeda. Memanfaatkan wifi kampus, aku mulai buka Line dan menemukan foto-foto begini di grup Astonjog:


And it feels like :’)


Aku mendadak baper. Tolong. Kenapa ini wkwk.

Jujur sebenernya aku seneng. Seneng banget. Seingetku udah lama Astonjog kagak kumpul sebanyak ini. Apalagi orang-orang yang biasanya jarang nongol, tadi pada ikut kumpul. Alhamdulillah, kumpulnya angkatan SMA di tahun ketiga ini sungguh merupakan sebuah karunia yang luar biasa mahal.

Tapi aku juga sedih, gengs, karena gabisa ikut kumpul bareng kalian :”))

Padahal bagiku, kumpul sama kalian tuh udah kayak kebutuhan. Kayak narkoba, candu. Sial, aku melewatkan satu dosis di saat aku lagi butuh-butuhnya. Makin sakitnya, belum tentu aku bisa dapet kesempatan kayak gini untuk berbulan-bulan ke depan. Tapi, ya mau gimana lagi. Toh aku juga ikut seneng kok liat kalian kumpul tadi :’)

Jadi inget potongan lirik lagunya Alan Walker: “You’re the drug that I’m addicted to, and I want you so bad. But I’ll be fine.”

NB: Btw, maaf aku harus nulis ini. Biar lega wkwk. Bahaya kalo masih ada yang ngeganjel padahal ada paper dan resume buku menanti untuk diselesaikan ._.v


Thursday, March 1, 2018

Minta Maaf Aja Terus

Bismillah...

Setelah posting sebelumnya aku minta maaf gara-gara udah lama ga update blog, maka di posting kali ini aku harus minta maaf lagi ._.v Udah hampir delapan bulan blog ini ngga diupdate, dan aku sendiri malah lebih seneng update di tumblr wkwk.

Posting kali ini ingin menandakan niat kuatku buat kembali ngisi blog ini. Atau paling ngga, posting ini menandakan adanya sedikit perubahan pada blog ini, kayak perubahan tema blog dan perubahan bahasa. Kalo biasanya pake gue-gue-an, maka mulai posting kali ini aku pake aku-kamu biar lebih hehe. Hehe.

Sekian.

Oiya ini ada bonus kata-kata mutiara biar hidup kalian makin semangat ^_^)9

Monday, July 3, 2017

Wonder Woman dan Kebangkitan DC di Jagat Perfilman

Oke, pertama-tama gue minta maaf dengan sangat karena membiarkan blog ini terbengkalai, hampa tanpa tulisan-tulisan baru sejak begitu lama. Mungkin gue nulis beberapa kali, tapi gue sadar itu terlalu sedikit. Hehe. No excuse, gue cuma males nulis-nulis meski sebenernya banyak banget hal menarik yang gue alami semasa kuliah sampai tuntas semester 4 ini. Semoga tulisan tidak penting dan receh ini bisa agak mengisi kehampaan tersebut.

Btw gue udah lama nggak nonton film yang bisa bikin gue sedemikian terkesan. Tulisan ini cuma cerita biasa yang mungkin mengandung sedikit spoiler. Yang belum nonton dan nggak suka di-spoiler-in, gue udah ngingetin ya hehe.

Beberapa hari setelah lebaran, akhirnya gue nonton Wonder Woman berdua sama bapak. Awalnya gue nggak begitu tertarik nonton film yang satu ini, mengingat kicauan-kicauan audiens yang kurang mengenakkan dari beberapa film DC sebelumnya. Gara-gara si bapak ngajakin, akhirnya gue googling dulu dan menemukan bahwa rating Wonder Woman cukup tinggi, dengan lusinan pujian atas film tersebut. Oke, mangkat!


Eh, maaf salah upload gambar. Tadinya mau ngupload gambar ini:


Ternyata, gue bener-bener menikmati film ini. Perpaduan antara keseriusan jalan cerita, humor, dan rasa romantisnya sangat pas. Tidak seperti film-film DC lain yang dikenal super-serius dan kelam, Wonder Woman menurut gue berhasil meramu jalan cerita yang sangat enak buat dinikmati. Selain ceritanya yang memang oke, gue juga seneng banget sama theme song yang digunakan. Ditambah lagi, aktris yang memerankan Diana emang cakep banget. Bikin gue jadi betah nonton film ini dari awal sampe akhir. Hehe.

Tapi gue serius di sini. Salut banget sama Mbak Gal Gadot yang sukses memerankan peran sebagai Wonder Woman, alias Diana Prince, alias Diana of Themyscira daughter of Hippolyta. Mengingat bahwa berperan sebagai Diana dalam film ini tidaklah sederhana. Diana digambarkan sebagai wanita yang sangat tangguh dan pemberani, sekaligus peduli dan penyayang. Diana juga polos-polos blo’on gimana gitu ketika apa yang ia ketahui berbenturan dengan realita dunia perang modern. Berkat terlalu naifnya Mbak Diana, gue sempet meragukan keberadaan Ares sebagai musuh utama dalam film ini, yang ternyata di akhir muncul juga.

Ada satu adegan yang paling gue suka dan lumayan bikin gue tersentuh. Bagian tersebut yakni pas Diana berteriak histeris mengetahui pria kesayangannya, Steve Trevor, tewas dalam ledakan pesawat. Kemudian ada flashback dikit ke adegan ketika Steve berbicara pada Diana sebelum ia naik ke dalam pesawat. He said, “I wish we had more time. I love you,” sambil ngasih jam tangannya (yang sempet dijadiin bahan lawakan di awal film). Aw, so cute af XD

Wonder Woman adalah film keempat dari rangkaian DC Extended Universe (DCEU). Film pertamanya, Man of Steel rilis pada tahun 2013. Tiga tahun kemudian, rilis Batman v Superman yang dinanti-nanti oleh para penggemar DC comic, namun justru tidak banyak mendapatkan apresiasi positif. Suicide Squad sepertinya juga bernasib tidak jauh berbeda. Setelah film-film sebelumnya dianggap kurang berhasil, Wonder Woman berhasil meraih atensi plus pujian yang lebih dari audiens. Sebagai penggemar film fantasi, khususnya film superhero, gue pribadi puas banget nonton film ini.

Kalo boleh cerita, sebenernya sejak kecil gue lebih familiar sama superhero DC kayak Batman, Superman, Green Lantern, Wonder Woman, dan sebagainya. Jika dibandingkan dengan hero Marvel, mungkin gue cuma tau Spiderman sama Hulk doang. Dulu gue nggak tahu sama sekali tokoh Marvel kayak Iron Man, Captain America, Black Widow, dan lainnya. Namun berkat kesuksesan Marvel Cinematic Universe (MCU) di jagat perfilman, gue malah jadi tergila-gila sama superhero Marvel. Meski begitu, gue terus bertanya-tanya, kapan DC bikin yang beginian? 

Pertanyaan gue terjawab dengan hadirnya Batman v Superman: Dawn of Justice. Sayangnya, sebagaimana kita semua tahu, film tersebut dinilai kurang sukses oleh kebanyakan orang. Gue melihat Wonder Woman sebagai titik terang dari semesta perfilman DC comics. Gue nggak sabar nunggu film-film lain yang bakal dikeluarin ke depannya, berharap DCEU bisa lebih keren dari MCU.


Wednesday, May 3, 2017

Kenapa Harus Ikut Aksi?

2 Mei menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa ini. Seluruh masyarakat memperingati Hari Pendidikan Nasional, tak terkecuali di lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada. Pada 2 Mei 2017 ini, gue ikut bergerak bareng Aliansi Mahasiswa UGM dalam aksi 2 Mei “Mengheningkan Cipta untuk Pendidikan.” Berhubung gue udah lama banget nggak nulis di blog ini, yaudah cerita ini gue post di blog ini aja. Selamat membaca!

Jujur aja, awalnya gue agak kurang peduli sama aksi kali ini. Jangan-jangan, aksi kali ini hanya bertujuan untuk mengulang romantisme aksi 2 Mei tahun lalu. Jangan-jangan, aksi kali ini cuma digerakkan sama segelintir orang aja. Gue juga mikir kalo aksinya bakal sepi-sepi aja karena wacana yang dibangun sangat mepet sekali dengan hari-H. Gue pun nggak banyak mencari tahu tentang gelaran aksi ini.

Tanggal 1 Mei malem, gue diajak buat dateng teklap aksi sama temen gue. Awalnya gue males. Tapi lama-lama gue penasaran juga, bakal kayak apa sih aksi besok? Gue pun langsung gowes ke tempat teklap digelar.

Gue dateng telat, sekitar jam setengah sepuluhan. Ini adalah teklap terakhir sebelum menggelar aksi. Berhubung gue nggak pernah dateng ke konsolidasi dan teklap sebelum-sebelumnya, dan nggak pernah baca kajian atau rilis dari lembaga-lembaga yang mengawal, gue jadi nggak tahu apa-apa. Di sana, gue sedikit tercerdaskan tentang aksi kali ini.

Ternyata, anggapan gue selama ini salah. Salah besar.

Ternyata aksi ini memang digelar untuk memperjuangkan sesuatu, melawan kedzaliman. Gue makin percaya hal itu, karena ada orang-orang baik yang gue kenal hadir di teklap itu. Gue lihat tokoh-tokoh kampus kayak Retas, Alfath, Caca, dan temen-temen gue yang lain kayak Revina, Fawwaz, Tio, dan lain-lain juga hadir di sana. Tidak hanya hadir, namun juga ikut serta menggerakkan. Gue merasa malu, kenapa sebelum ini gue nggak berusaha ikut mengawal isu yang bakal diangkat di 2 Mei ini.

Untuk mengejar ketertinggalan gue, pulang dari teklap (sekitar jam 12-an malem) gue langsung buka OA Line beberapa lembaga yang ikut mengawal aksi ini. Gue nanya-nanya ke beberapa temen gue yang gue kira faham dengan isu yang bakal diangkat dalam aksi ini. Gue juga berusaha untuk menghidupkan wacana aksi ini di grup-grup komunikasi.

Payah banget lah, masa wacana aksi ini sangat sedikit dibicarakan di lingkungan komunikasi. Kayaknya memang cuma segelintir kecil anak komunikasi yang peduli sama aksi ini. Tengah malem gitu, gue langsung ribut di grup-grup, terutama grup PH-Kadiv gue. Mencoba mengajak temen-temen buat sadar meskipun sebenernya udah telat banget. Di samping itu, gue juga nggak bisa maksain juga sih. Orang memiliki haknya untuk peduli atau tidak terhadap sebuah isu. At least I tried..

Besok paginya, gue berangkat ke kampus sekitar jam 7 pagi. Kampus belom terlalu rame, hanya ada beberapa anak yang sejak semalem nginep di Fisipol buat nyiapin banner-banner propaganda. Gue mulai bergabung dengan orang-orang di taman sansiro. Nggak lama kemudian, massa aksi dari fakultas-fakultas lain mulai berdatangan meramaikan taman sansiro Fisipol. Sama kayak tahun lalu, tempat ini jadi titik kumpul massa dari seluruh kluster soshum dan agro.

Sedikit pemanasan, yel-yel dan orasi, massa pun berangkat ke arah rektorat. Di sebelah Perpusat, massa kampus sisi timur bertemu dengan massa aksi dari kampus barat UGM. “Datang dari barat, datang dari timur, mahasiswa!” Aksi tahun ini memang nggak serame tahun lalu. Namun, gue rasa jumlah massa yang ada sudah cukup banyak untuk bisa menekan rektorat.


Sebenernya, gue nggak ikut seluruh rangkaian aksi. Gue bolak-balik kelas-rektorat-kelas-rektorat karena ada tanggungan akademik yang harus diselesaikan. Gue sempet ketinggalan beberapa hal substansial kayak pemaparan kajian dari mahasiswa dan tanggepan dari Prof Iwan sendiri.

Singkat cerita, hari pun menjelang sore. Mahasiswa memberikan ultimatum, apabila sampai pukul 18.00 seluruh dekan dan rektor belum menandatangani tuntutan yang diajukan, mahasiswa akan menduduki rektorat malam ini. Dan begitulah jadinya, ‘Makrab se-UGM Raya’ pun digelar. Say no more, I’m in!


Habis isya, gue cabut dulu ke kontrakan temen gue Ismail buat nggarap tugas psikom. Sekitar jam setengah sebelas malem, kita balik lagi ke rektorat. Di sana, gue langsung gabung sama anak-anak yang lagi ngebahas evaluasi dan bagaimana kelanjutan aksi ini di lapangan rumput balairung.

Gue bisa merasakan betapa syahdunya malam ini. Anak-anak dengan latar belakang pemikiran dan gerakan yang berbeda saling bahu-membahu, melepaskan jubah identitas dan kepentingan mereka, demi memperjuangkan keadilan. Gue hanya bisa takjub melihat mereka, Alfath, Retas, Jalu, Hikari, Syahdan, Josu, Wikan, Badrul, Ainun, dan lainnya yang belum gue kenal. Mereka saling bersintesis untuk menggerakkan aksi ini.


Selesai forum, kami menggelar aksi mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta atas perjuangan para pejuang pendidikan. Mengheningkan cipta atas matinya nurani para birokrat kampus. “Ilmu kami adalah ilmu yang memiliki keberpihakan. Ilmu kami adalah ilmu perlawanan!”


Setelah mengheningkan cipta, gue sempet ngobrol dan main kartu sama orang-orang yang baru gue kenal hari itu juga. Anak-anak lainnya ada yang udah tidur, ada yang nyanyi-nyanyi di lapangan, ada yang nggarap opini dan propaganda, ada yang baru dateng, ada juga yang internetan. Kata temenku, internetnya kenceng banget sampe bisa download 300 MB kurang dari semenit!

Nggak lama kemudian, gue pun berangkat tidur di selasar rektorat. Kebetulan, JMF bawa karpet dari sekre jadi tidurnya nggak di ubin banget. Beberapa anak lain juga ada yang tidur di lapangan rumput balairung, ada juga yang masih melek sampai pagi. Subuh pun tiba dan salah satu anak (yang nggak tidur) ngebangunin kita buat sholat subuh. Kita sholat di mushola rektorat lantai dua. Keren ga sih, subuh-subuh gini bisa kelayaban di rektorat.

Sekitar jam enam, gue balik ke kontrakan buat mandi dan lanjut tidur lagi. Hari ini rencananya gue mau ikut seminar anti napza di Fapet. Pas mau berangkat, gue sempet ngechat Kak Retas menanyakan gimana kelanjutan aksi ini. Mengetahui dia lagi nongkrong di kantin Fisipol, gue pun mlipir dulu kesana.

Breakfast ganteng bareng petinggi-petinggi UGM

Setelah sedikit obrolan ringan, gue pun cabut ke Fapet. Dan di sinilah akhir cerita gue tentang aksi 2 Mei. Untuk gimana kelanjutannya, gue juga kurang faham karena gue nggak berada di ring dalam aksi ini. Gue hanya mahasiswa biasa yang bergerak jadi massa aksi, banyak teriak sedikit mikir hehe. Lah terus, kenapa gue harus ikut aksi kayak gini? Mungkin gue bisa jelasin dalam tiga poin singkat:

1. Aksi kali ini bertujuan baik
Jujur saja, sebenernya kadang gue bingung kalo diminta berpihak. Biasanya gue lebih suka ambil jalan tengah, atau berpihak pada ego gue sendiri. Tapi untuk aksi ini, gue yakin bener, bahwa aksi ini memang memperjuangkan kebaikan. Menyuarakan aspirasi mereka yang harusnya disuarakan, menekan kedzaliman. Gue sempet ngobrol dengan salah satu pegawai UGM, “Pejabat emang harus didemo mas. Kalo nggak, suara kita nggak bakal didenger. Tukin saya saja belum dibayar sejak demo tahun lalu.” So, nggak ada kata lagi selain LAWAN!

2. Aksi massa butuh massa aksi
Mengetahui aksi ini memiliki tujuan baik, sudah cukup membuat gue untuk ikut bergerak di sana. Gue sadar betul bahwa aksi ini membutuhkan massa untuk menekan. Dan gue faham betul, sudah banyak kawan-kawan se-antero UGM yang mampu mengorganisasikan aksi ini. Sama kayak tahun lalu, kali ini gue kembali memposisikan diri gue sebagai massa aksi, banyak teriak sedikit mikir hehe.

3. Gue memang menikmatinya
Maaf kalo kesannya egois banget, tapi sebenernya inilah yang menjadi alasan utama gue gabung sama gerakan ini. Gue memang menikmatinya. Jujur saja, gue bukan orang yang mudah tertarik ikut-ikutan aksi kalo nggak ada ‘rasa kedekatan’ dengan gue. Namun di sini, gue tahu betul apa yang diperjuangkan, gue merasa dekat dengan apa yang diperjuangkan. Gue pun menikmati segala gerak dan teriak dalam aksi ini. Rasanya tak jauh beda dengan tahun lalu.


Sekian? Sekian. Mari kita tegangkan!

Wednesday, January 27, 2016

Sekadar Menyapa~



Sebelumnya, salim dulu dong..


Uwah! Udah lama banget ya gue nggak update blog ini ._. 

Kangen deh pengen nulis lagi. Padahal, sebenernya dunia kuliah gue isinya ya cuma tulis-menulis. Tapi ya gitu deh, tulisan-tulisan bergaya sok akademik dan intelek. Apalagi gue anak Fisipol, tema yang diangkat dalam tulisan-tulisan sebenernya penting ngga penting, tapi musti dikemas sedemikian rupa hingga nampak intelek. Kebanyakan main argumen dan main data,  tapi sebenernya intinya adalah sok tau -_-v

Aih, gue kangen nulis santai, nggak penting, dan nggak terstruktur kayak gini lagi~

Oke, kali ini gue mau cerita tentang taun baruan gue yang SANGAT SUPER DUPER LUAR BIASA MANTAP JAYA BANGET JOS GANDOS !!! Jadi, pas tanggal 31 Desember 2015 kemaren, gue tidur jam delapan malem. Bangun pas tanggal 1 Januari 2016, jam setengah lima pagi. Sekian. Gwelaks, betapa tahun baruan yang sangat luar biasa!

Haha maaf yak kalo gaje. Gue cuma kangen pengen nyapa blog ini tanpa nyiapin bahan tulisan -_-v

Wednesday, September 23, 2015

Idul Adha Terakhir sebelum Menjadi Mahasiswa



Haeeyy... Sekarang gue mau cerita dikit tentang Idul Adha 1435 H di MAN Insan Cendekia Serpong tahun lalu. Sebenernya udah telat banget ya gue baru posting ini sekarang, padahal ini udah mau Idul Adha tahun berikutnya -_- Yah, daripada nggak sama sekali, haha. Bisa dibilang, yang mau gue ceritain ini adalah Idul Adha terakhir gue di IC. Dan kebetulan sekali, ada sesuatu yang lumayan menarik buat diceritain.

Seperti kebanyakan orang sudah ketahui, penetapan jatuhnya hari raya Idul Adha di Indonesia tahun itu mengalami perbedaan lagi. Dua pendapat yang paling banyak diikuti adalah tanggal 4 dan 5 Oktober 2014. Ini adalah pertama kalinya terjadi perbedaan hari raya qurban selama gue di IC. Dan seperti biasa, gue ikut sama ketetapan yang lebih awal, yakni tanggal 4 Oktober.

Sebenernya, IC udah menetapkan buat ikut keputusan pemerintah (5 Oktober). Dan sangat disayangkan, ternyata IC nggak memfasilitasi siswa-siswi yang ingin sholat tanggal 4. IC hanya mengosongkan beberapa jam KBM di pagi hari demi menghormati guru-guru yang sholat tanggal 4. Kemudian, KBM berjalan normal kembali. Meskipun beberapa anak kelas tiga (termasuk gue) udah berdiskusi sama pihak keasramaan tentang ini, tetep aja kita nggak diizinin dan ending-endingnya tetep dipaksa ikut sholat tanggal 5.

Wah, ini nggak bisa dibiarkan begitu aja. Akhirnya, kami “terpaksa” bikin sebuah gerakan gerilya. Gue dan Gantang keliling asrama ikhwan buat ngasih tau sekalian mendata anak-anak yang mau sholat ied duluan. Kita juga minta tolong salah satu anak akhwat buat jarkom di asrama-asrama akhwat. Alhasil, terkumpullah beberapa nama yang bakal join sholat ied tanggal 4 pagi.

4 Oktober 2014
Di saat kebanyakan anak di asrama masih males-malesan menikmati jam kosong pagi ini, beberapa anak malah udah mandi dan bersiap-siap menggunakan baju muslim, sorban, sarung, dll. Sholat ied pagi ini diadakan di halaman belakang GSG. Berhubung sholat ied pagi ini bersifat swadaya (maksudnya diselenggarakan sendiri oleh siswa, tanpa guru), jadi imam dan khotibnya ya dari kita sendiri. Yang menjadi khotib pagi ini adalah Opal, serta imamnya adalah Gantang. Gue nggak bisa menjelaskan betapa syahdunya suasana pagi ini. Udara masih segar, suasana masih sepi, hanya ada kami dan suara burung-burung yang berkicau. Setelah sholat, kami bersalam-salaman sambil melantunkan takbir. Allahuakbar, Allahuakbar, Laa Ilaaha Illallahu Allahuakbar, Allahuakbar Wa Lillahilhamd.. Selamat Hari Raya Idul Adha, semuanyaa...

Habis selesai beres-beres tempat sholat, anak-anak cowoknya pada jalan ke kantin bareng, ngambil sarapan, terus kita semua makan bareng sambil ngobrol-ngobrol di serambi gedung F. Selesai makan, kita balik ke asrama gedung I buat siap-siap sekolah. Setelah itu, hari berjalan seperti biasa. Ohiya, malem harinya, ada kegiatan takbiran. Biasanya, takbiran diadakan di masjid dan gantian per kelas. IPS kebagian giliran yang nyaris terakhir, pas mepet sama sholat subuh.

5 Oktober 2014
Pagi ini, sholat ied diadain di lapangan upacara. Nggak cuma siswa-siswi dan guru-guru, namun ada juga beberapa masyarakat di sekitar IC yang ikut sholat di sini. Hampir semua anak sibuk mempersiapkan diri buat sholat ied, kecuali kita-kita yang kemaren udah sholat duluan. Ya, kita masih bisa bersantai di asrama sambil nunggu yang lain kelar sholat. Pas kita rasa kalo ada tanda-tanda kegiatan sholat ied udah mau selesai, kita pada ganti baju muslim lalu berangkat ke lapangan buat ikut salam-salaman.

Habis salam-salaman di lapangan, semuanya beranjak ke kantin buat sarapan. Gue paling demen kalo sarapan pas Idul Adha kayak gini, menunya tentu lebih spesial dari biasanya. Ketupat opor ayam dengan size ayam yang relatif lebih gede dari biasanya. Haha.

Setelah puas makan, Astonic kumpul di plaza buat “berlebaran bersama angkatan” dan foto angkatan. Dan bisa dibilang, foto-foto yang kali ini emang lain dari biasanya.






Selesai kumpul angkatan, kita buru-buru balik ke asrama buat ganti baju, lalu menuju ke lapangan. Ini nih yang menurut gue paling seru dari Idul Adha di IC. Ya, penyembelihan kurban! Sebelum masuk IC, gue belom pernah ikut-ikutan kegiatan beginian. Pertama kalinya gue terjun langsung dan ikut ngebantu kegiatan penyembelihan kurban ya pas kelas X dulu. Gue jadi keinget juga, pas kelas XI dulu, gue pernah nyembelih kambing. Dan kali ini adalah Idul Adha terakhir gue di IC :’) *hiks* *abaikan*

Salah satu yang gue suka dari kegiatan ini adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaannya sesama warga sekolah. Untuk menyelenggarakan kegiatan ini , semua civitas, termasuk siswa-siswi, guru-guru, serta seluruh karyawan saling bahu membahu. Semuanya membaur jadi satu, seakan-akan nggak ada sekat di antara kita. Mungkin kalo pas hari-hari biasa, kadang siswa kurang akrab atau sungkan sama karyawan-karyawan. Di sini, semuanya bekerja bersama, becanda bersama, dan asyik-asyikan bersama.


Daraaahh~



Kegiatan hari ini ditutup dengan makan siang bersama di kantin. Biasanya, makan siang barengnya di GSG. Namun, berhubung saat itu GSG masih digunakan sebagai gudang sementara, makan-makan pun diadakan di kantin. Menu siang ini juga jelas lebih spesial dari biasanya. Haha...

BASTIAN
Satu lagi tradisi Idul Adha di IC adalah bakar-bakar sate bareng tiga angkatan. Acara ini biasanya digelar malem harinya Idul Adha. Meski habis lelah seharian ngurus kurban, biasanya anak-anak menyisihkan sisa semangatnya untuk kegiatan yang satu ini.

Gue nggak tahu gimana ceritanya sebelum gue masuk IC. Namun, menurut sepengetahuan gue, tradisi ini baru dimulai sejak gue kelas X. Niat awalnya juga bukan acara tiga angkatan. Jadi, waktu itu Astonic kan mau bakar-bakar sate seangkatan. Kita udah siapin tuh dagingnya, tusuknya, bumbunya. Kita juga udah bikin alat pembakarnya, meskipun alat ini sebenernya sangat tidak memadai buat mbakar sate -_- Terus, gue lupa gimana cerita detailnya, dua angkatan di atas gue jadi ikut gabung nyate juga. Jadilah acara nyate tiga angkatan yang sangat ndadak dan nggak terprediksi sebelumnya ini. Kami bertiga (angkatan kelas X, XI, dan XII) saling membantu buat nyiapin segala kurangnya malam hari itu juga. Acara diambil alih oleh angkatan kelas XII saat itu, cerita serem gitu-gitu lah. Kegiatan ini bisa dibilang cukup berhasil walaupun dengan persiapan yang sangat minim dan terkesan agak maksa.

Di tahun keduanya, kegiatan ini diambil alih oleh kelas XII. Menurut survei gue kepada beberapa anak, nyate di tahun kedua ini bisa dibilang agak kurang optimal(?). Nungguin satenya lama banget karena alat pembakarnya belom disiapin. Anak-anak yang nggak ikut mbakar-mbakar pada bosen nungguin di GSG, bahkan beberapa balik ke asrama duluan. Terus, ending-endingnya masing-masing anak cuma kebagian sate dikit.

Berangkat dari permasalahan-permasalahan tahun sebelumnya, Astonic bertekad buat bikin acara nyate tiga angkatan menjadi sukses dan berksesan buat semuanya. Persiapan yang dilakuin buat kegiatan tahun ini nggak main-main. Jauh-jauh hari sebelum Idul Adha, ada tim di asrama cowok yang bertugas bikin alat pembakar dengan jumlah yang tidak sedikit. Sore harinya, setelah kegiatan kurban selesai, cewek-cewek Astonic dibantu sama Eisthera ada yang ditugasi buat motong-motong daging kambing dan nusuk-nusukin jadi sate. Alat pembakar juga udah disiapin sejak sore, biar ntar malemnya tinggal pake. Antara maghrib sampe isya, anak-anak Astonic ada yang nyiapin perlengkapan buat acara, kayak ampli, microphone, proyektor, gitar, laptop, dll. Beberapa yang lain rundingan di mesjid, ngomongin tentang enaknya acara malem ini bakal diisi apa aja. Kemudian, tercetuslah nama BASTIAN, alias Bakar Sate Tiga Angkatan.



Acara akan dimulai sehabis sholat isya. Kita juga mengadakan countdown biar anak-anak pada gercep ke belakang GSG. Acara sepenuhnya dipegang oleh Astonic. Proses pembakaran sate diserahkan kepada sebagian cowok Astonic dan Esithera. Sisanya, Axiora dan Esithera yang nggak dapet tugas apa-apa bisa duduk dan menikmati acara. Sebenernya, acaranya lumayan gaje sih -_- Nyetel video-video kelas yang belom sempet dikasih liat ke Axiora, ada beberapa penampilan juga dari Astonic, dan satu hal yang nggak boleh ketinggalan, yaitu cerita serem.









Nggak perlu nunggu lama, sate udah siap dihidangkan buat semuanya. Setiap anak kebagian porsi yang manusiawi. Bahkan, di akhir nanti, satenya masih sisa banyak banget dan yang Astonic bisa pesta kambing di asrama. Bumbunya juga cukup, nggak kurang. Tepat jam sepuluh malem, acara pun rampung dan adik-adik Axiora serta Eisthera dipersilakan untuk balik ke asrama.

Lah, yang Astonic? Ya, kita masih stay di sana buat kumpul angkatan. Setelah selesai beres-beres, kami melingkar jadi satu. Kumpul yang kali ini bener-bener nggak ada beban atau hal serius buat diomongin, murni kumpul angkatan buat asyik-asyikan aja. Kita ngobrol seangkatan, nyanyi bareng, becanda, mengingat-ingat apa aja yang udah kita lakuin selama hampir tiga tahun ini, berandai-andai jika sudah tua nanti bakal gimana, ngemil sisa sate kambing, dan lain-lain. Aih, suasana-suasana kayak gini ini yang bakalan bikin baper di saat kalian udah nggak bersama mereka lagi :’) Jam dua belas, kami semua baru balik ke asrama.

Menurut survei lagi, Bastian ini adalah event nyate tiga angkatan tersukses semasa tiga tahun gue di IC. Dan kalo gue boleh berbangga, pengurus inti dari acara ini adalah angkatan gue, Astonic Dralen Relaston. Gue penasaran, kayak gimana ya event Bastian tahun ini ;)

Monday, September 7, 2015

Gilang


Kali ini, lagi-lagi gue bakal posting edisi khusus ngomongin orang. Haha. Gue jelasin dulu ke elo semua, kalo semua orang yang namanya kesebut di blog gue bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka pastilah orang-orang hebat, cerdas, berjasa bagi almamater, bangsa, negara, dan dunia. Satu hal yang pasti, mereka adalah orang-orang yang berharga dalam hidup gue. Begitu juga dengan anak yang satu ini. Penasaran siapa dia? Tadaaaa.... Perkenalkan, GILANG AL GHIFARI LUKMAN!!!


Pasti udah banyak yang tau siapa anak ini. Seminimal-minimalnya, sepertiga dari seluruh penduduk Jabodetabek pasti mengenalnya (tau dari mana gue -_-). Pasti udah banyak juga fans-fansnya yang nulis tentang dia di berbagai penjuru blog atau media-media sosial. Namun, gue ingin menegaskan satu hal bahwa GUE BUKAN SALAH SATU DARI FANSNYA. Haha, kesannya kayak gue benci banget gitu ya sama dia. Nggak kok, mau gimana juga, Gilang tetep yang paling keren :3 *waks.

Gue masih inget banget pas hari pertama masuk IC, Gilang adalah salah satu anak yang pertama gue kenal. Saat itu, pas lagi kegiatan fitting buat seragam, dia jadi anak yang paling pecicilan dalam berkenalan. Sok kenal sok dekat gitu deh. Tapi emang menyenangkan buat diajak ngobrol. Kayaknya, gue pikir saat itu, dia emang gampang bergaul sama semua orang. Dan pecicilan.

Gilang adalah pribadi yang sangat rempong dan ceroboh. Hobinya adalah meninggalkan barang-barang yang ia bawa di sembarang tempat, dan baru berusaha mencarinya kalo merasa butuh barang itu lagi. Dia juga hobi banget ngeces alias ngiler (mengeluarkan air liur dari mulutnya, red) nggak kenal waktu dan tempat. Nggak cuma pas dia tidur, bahkan pas lagi ngobrol-ngobrol biasa, tak jarang cairan berjatuhan melewati bibirnya (iuh -_-). Gampang panik dan seringkali kebawa perasaan (baper). Drama queen akut. Kehiperbolaan, kehiperaktifan, dan kepecicilannya seringkali tidak bisa ditolerir. Bahkan ia pernah hampir memecahkan kaca masjid dengan kepalanya pada suatu event. Hahaha *ngakak*

Loh, kok gue jadi buka-buka aib gini sih -_-v

Gilang ini salah satu makhluk negeri dongeng milik Astonic. Koleksi jas, dasi, kemeja, topi, topeng, dan kostum-kostum anehnya sangat melimpah, sampe dia bikin sebuah branding “Gilang’s Wardrobe”. Selalu jadi andalan angkatan kalo lagi butuh-butuh kostum buat acara tertentu. Gilang juga merupakan salah satu makhluk paling multitalent yang pernah gue kenal. Kepiawaiannya dalam berbahasa asing nggak diragukan lagi. Dia jago bahasa arab, inggris, prancis, rusia, dan mungkin banyak lainnya. Kemampuannya dalam berseni (bukan buang air seni ya) juga sangat keren. Dia jago maen musik (violinist angkatan broo) dan menurut gue poster desain grafis karyanya selalu keren.

List prestasi-prestasinya? Wuih, nggak usah ditanya. Terlalu banyak buat disebutin satu-satu -_- Dia emang udah langganan juara hampir di setiap kompetisi yang dia ikuti. Anak ini dapet gelar Best Delegates di lomba Moskow International Model United Nation (MIMUN), of course ini lomba tingkat internasional yang diadakan di Rusia sana. Lalu, bersama timnya, dia jadi juara pertama di Olimpiade Ilmu Sosial (OIS) 2013, kalo nggak salah lomba yang mencakup regional Asia Tenggara yang diadakan di UI. Dia juga memimpin kontingen MAN Insan Cendekia Serpong di Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) season pertama yang diadain sama RTV, meraih juara pertama dan mendadak jadi artis di kalangan kawula muda. Bahkan beberapa hari sebelum wisuda, sempet-sempetnya Gilang dan timnya kembali mewakili IC di  lomba semacam simulasi sidang ASEAN gitu, tingkat SMA/sederajat se-Banten, lalu kembali meraih juara satu. Dan masih buanyak banget lainnya yang belom gue sebutin.

Akademiknya di sekolah juga nggak main-main. Pas kelas X aja dia selalu dapet tiga teratas paralel. Bahkan pas kenaikan kelas XI dan milih jurusan, pihak sekolah sempet maksa dia buat masuk IPA kelas bilingual, tapi dia tetep memilih mengikuti passionnya di IPS. Kemudian, ia selalu jadi ranking satu di IPS dan menjadi rujukan favorit bagi anak-anak lain saat mengerjakan tugas (mwehehe). Anak ini emang kelewat kreatif dan seringkali niat pas nggarap tugas, selalu totalitas dalam mengerjakan apa pun. Dia juga memiliki leadership yang menurut gue sangat baik, tahu bagaimana mengkoordinir serta me-manage timnya untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Jago debat, berwawasan luas, hampir selalu menang di setiap kejuaraan yang dia ikuti, jago ice skating dan sepatu roda, dermawan serta rajin mengaji...

Dan masih banyak yang lainnya ._. Wah, kayaknya nggak bakal ada habisnya kalo ngomongin betapa gemilangnya anak ini. Mending gue mau sedikit flashback, momen-momen apa aja yang mengingatkan gue pada anak ini.

Senam pagi
Hahaha... Inilah yang pertama kali muncul di benak gue kalo disuruh mengingat momen bareng Gilang. Ya, apalagi kalo bukan senam pagi. Biasanya, kalo ada tugas olahraga bikin senam kreasi, entah cuma sekelas maupun seangkatan, Gilang selalu jadi andalan. Kalo di IPS, biasanya gue, Gilang, sama Aun. Di angkatan mungkin ada tambahan Neto, Wildan, Ocit, dan beberapa lainnya. Koleksi lagu Gilang buat senam atau krida bisa dibilang kece-kece. Ide-ide untuk gerakan juga selalu ia tuangkan dengan lancar.

Selain untuk event-event tertentu, tak jarang juga kita bersenam hanya sebagai hobi. Biasanya kami senam bareng di living atau di kamar. Kita juga pernah menggalakkan kegiatan senam pagi bersama bagi Astonic yang berminat, di saat-saat menjelang UN. Apalagi pas itu Gilang bawa ampli sendiri. Pagi-pagi sebelum apel, kita senam pagi bareng di lantai satu gedung I sambil nyetel lagu kenceng-kenceng. Haha gila abis lah pokoknya.

BPH angkatan kelas X
Entah mengapa, gue paling nggak bisa kalo disuruh nyeritain pengalaman gue semasa jadi BPH angkatan kelas X di blog ini (loh, emang siapa yang nyuruh? -_-). Intinya, dalam masa-masa ini Gilang jadi bawahan gue (hahaha *devillaugh*).

 Pas pelantikan woohoo...

DMBH
Semua berubah ketika kami naik kelas XI. Karena sebuah kecelakaan hal yang nggak nggak diduga-duga namun nggak pernah gue sesali, gue ditarik jadi koordinator divisi jurnalistik OSIS 13/14. Di sini keadaannya berbalik, Gilang jadi atasan gue sebagai ketua III, dan gue jadi bawahannya sebagai koordinator divisi (btw diksinya nggak enak banget ya, atasan-bawahan -_-v). Dia memelopori sebutan Divisi Minat Bakat Hebat (DMBH) bagi divisi-divisi dibawahnya, yakni bahasa, olah raga, senbud, dan jurnalistik.
Bahasa-Senbud-Gilang(?)-Olahraga-Jurnalistik

Sebagai ketua bidang, bisa dibilang Gilang ini sangat baik dan care sama anggota-anggota divisi di bawahnya. Ia beberapa kali ngadain makrab DMBH dan acara tuker kado. Terlebih-lebih sama delapan koordinator kesayangannya ini *uhuk*. Kita sering foto bareng setiap kali ada jalan-jalan angkatan. Yang cowok-cowoknya nggak jarang juga kumpul di asrama, entah untuk ngomongin masalah program kerja atau sekadar asyik-asyikan aja. Gilang sering ngadain event-event nggak penting biar kita bersembilan bisa kumpul. Salah satu yang paling gue inget adalah El Passione El Skillo El Romantico (apa banget ya nama acaranya -_-), sebuah event yang digelar pada malam minggu di sela-sela UAS kenaikan kelas tiga, dimana kita semua diwajibkan pake baju yang rapi dan lain dari biasanya, selayaknya mau prom night ._.


 Makrab


 Makrab + Tuker Kado

El Romantico

Oh iya, Gilang juga rajin memperingati ultah anak-anaknya, terutama koor yang cowo-cowo. Tapi, pas ultah Gilangnya sendiri, kita para koornya malah sengaja ngerjain. Kita diemin dia selama seminggu. Itu sukses bikin Gilang galau abis selama seminggu penuh, nungguin ucapan dari kita-kita. Gue dan Azzam pun punya ide buat mencuri buku hariannya, lalu menemukan di dalamnya Gilang curhat tentang betapa galaunya dia gara-gara kita nggak ada yang ngucapin. Hahaha... Lalu, di suatu sore tepat seminggu setelah tanggal yang seharusnya, kita bikin surprise buat dia, nonton video ucapan dari seluruh anggota DMBH, terus kita makan-makan kue di pinggir lapangan bola.



Btw gue minta maaf ya Gil, gue nggak bisa jadi koor jurnal yang baik dan terkesan main-main doang selama menjabat. Padahal gue tau, lo punya ekspektasi yang jauh lebih tinggi sama divisi gue. Ah emang dasar payah gue ini -_-v

Gossen - S.O.S - Aqua Sashet Syariah
Di Astonic, ada tiga puluh empat anak IPS yang dibagi jadi dua kelas. Gossen adalah nama kelas IPS gabungannya Astonic. “Go Social Science, ‘Till The End!” Nah, kebetulan selama dua tahun terakhir di IC, gue sekelas terus sama Gilang. Kelas XI di S.O.S dan kelas XII di ASSy. Seperti yang udah gue sebutin sebelumnya, untuk bisa masuk IPS, anak semacam Gilang ini perlu berjuang keras untuk meyakinkan pihak sekolah yang menginginkan dirinya masuk IPA. Di IPS, dia langganan jadi ranking satu dan termasuk anak yang jarang banget ikut remed. Rasanya sekelas sama dia selama dua tahun itu... Biasa aja ._.

Hmm, gimana ya? Seinget gue, Gilang ini sering nggak ada di kelas. Pas kelas XI, dia sibuk ngurusin Sonlis dan urusan OSIS lain. Pas kelas XII, dia sering mondar-mandir ke ruang BK, sibuk sendiri ngurus buat kuliahnya. Bisa dbilang, gue lebih mengenal dia ketika di luar kelas. Tapi, kalo lagi nggak sibuk, dia biasanya jadi perusuh di kelas. Waktu kelas XI, dia pernah ngajakin anak sekelas main tebak kata ala eat bulaga buat ngisi jam kosong. Selain itu, dia rajin nanya dan/atau ngejawab pertanyaan, menyelamatkan insan-insan lain dari suasana awkward yang berkepanjangan antara guru dan murid-muridnya. Haha...


 S.O.S

 Aqua Sashet Syariah

Sonic Linguistic 2014
Gue udah pernah cerita kan, betapa kecenya Sonlis 2014 (klik di sini). Mungkin selama di event mahakarya Insan Cendekia ini gue nggak banyak berinteraksi langsung sama Gilang. Doi selaku ketua acaranya, sedangkan aku mah apa atuh. Namun, sebagai koordinator lomba, gue ngerasa kalo Gilang ini ketua yang care, rajin nanyain gimana perkembangan lomba gue. Maafin gue  ya Gil, lagi-lagi di sini gue nggak becus jadi bawahan lo -_-v

Perlu gue akui kalo Sonlis 2014 emang amat sangat keren. Gue apresiasi banget buat Gilang yang rajin banget membangun kesadaran seluruh panitia akan betapa pentingnya acara ini. Konsolidasi dua angkatan sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Kemudian, H-1 pas apel pagi, Gilang memimpin yel-yel Sonlis yang diikuti oleh Astonic dan Eisthera bersamaan. Kelihatan banget totalitas yang Gilang dan timnya berikan demi suksesnya acara ini. Salut!

Mules
Mules yang dimaksud disini bukanlah hasrat mendalam yang datang dari perut untuk segera mengeluarkan isinya. Bukan. Mules yang gue maksud adalah salah satu progam kerja (proker) dari OSIS divisi senbud. Musics and lyrics request. Kegiatannya kayak siaran radio gitu, diadakan setiap minggu pagi di depan gedung G. Anak-anak boleh request lagu buat disetel dan titip-titip salam juga. Dari microphone yang ada di depan gedung G, musik yang disetel disalurkan ke seluruh speaker gedung, asrama, dan lapangan di IC.

Nah, gue demen banget ikut ngerusuh di Mules. Biasanya barengan sama Azzam dan Gilang. Kita ikut bacain titipan salam dari anak-anak, bercuap-cuap nggak jelas, atau hanya sekedar ikut nongkrong di sana. Lumayan juga, pagi-pagi udah bisa liat akhwat-akhwat yang pada berseliweran dari asrama ke kantin. Hahaha... Yang paling seru itu kalo kita udah sama-sama kumat. Pas lagunya lagi asyik banget buat joget, kita joget aja di sana. Dilihatin sama anak-anak yang berseliweran. Sungguh jahiliyah sih sebenernya -_-

Oh iya... Gue, Azzam, dan Gilang juga pernah berinisiatif untuk ngadain Mules swadaya(?). Saat itu, kita udah kelas XII. Pas H-1 ujian nasional, kelas X dan XI kan pada udah libur dan pulang ke rumah masing-masing tuh. Kita malah ngadain Mules edisi spesial UN Astonic. Hanya berbekal music box dan lagu-lagu di dalamnya, pagi itu kita bermules ria. Nggak cuma kita, beberapa Muleser lain juga ikut bergabung. Sungguh kurang kerjaan sih sebenernya -_-

Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) - RTV
Wah, gue belom pernah cerita tentang OIC di blog ini ya ._. Singkatnya, OIC adalah acara cerdas cermat yang diadain sama RTV. Pas season pertamanya dulu, sekolah gue ikut dan Alhamdulillah jadi juara pertama. Tim yang maju mewakili IC saat itu adalah Gilang, Hikam, Imam, Ian, dan Alvin. Di setiap putarannya, Gilang selalu dapet peran buat jadi leader bagi tim kami. Gue mah apa atuh, cuma beberapa kali ikut jadi suporter. Tapi, perjuangan yang kita alamin selama beberapa minggu ikut OIC ini kerasa banget. Sering ninggalin pelajaran, deg-degan dan gregetan pas ngelawan musuh, makan-makan sepulang syuting, dll. Seringkali kita pulang sampe tengah malem. Bahkan sekali waktu, pernah kita baru sampe asrama lagi jam tiga pagi.


Setelah acara ini selesai dan IC dapet juara satu, Gilang dan kawan-kawan mendadak jadi artis. Terutama untuk Gilang sendiri, fans-nya dari luar sekolah tiba-tiba membeludak. Gilang kan sering enggan ngerespon fans-fansnya ya (bukan, bukan gara-gara dia sombong kok), nah para fans-nya itu sering lari ke kita-kita selaku temennya Gilang buat kepo-kepo soal artis dadakan ini. Gue pernah baca blog salah satu fansnya Gilang dan jadi geli sendiri ngebaca isinya -_- Hahaha...

...

Seperti yang udah banyak orang ketahui juga, sebentar lagi Gilang akan berangkat untuk menapaki bumi Allah di bagian belahannya yang lain. Hanya tinggal menghitung hari lagi sebelum dia melangkahkan kaki-kaki hiperaktifnya ke Negeri Bunga Sakura demi menuntut ilmu. Oleh karena itu, tulisan ini sekalian gue dedikasikan sebagai kado perpisahan buat sohib gue yang mau berangkat ke Jepang ini. Maaf ya Gil, gue nggak bisa ngasih apa-apa buat lo kecuali ini. Gue juga nggak bisa hadir di farewell party lo. Sebagai gantinya, gue tulis nama lo gede-gede di blog gue. Haha.

Untuk menutup postingan ini, gue cuma ingin berpesan. Entah ada kaitannya sama semua cerita di atas apa nggak ._. Ekhem. Kita memang harus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita cintai. Namun sayangnya, realitas berkata bahwa nggak selamanya kita bisa selalu mendapatkan apa yang kita cintai. So, try to love what you have. Tetap di Raka Teguh, golden days!